Latihan Reguler Tapak Suci – 1 November 2016
[mom_video type=”youtube” id=”ijZQGjEYBc0″]
Dokumentasi kegiatan Latihan Reguler Tapak Suci, hari Selasa, tanggal 1 November 2016.
Loading
[mom_video type=”youtube” id=”ijZQGjEYBc0″]
Dokumentasi kegiatan Latihan Reguler Tapak Suci, hari Selasa, tanggal 1 November 2016.
[mom_video type=”youtube” id=”ZxOZgm-fMF0″]
Kegiatan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Masyarakat, disponsori oleh Kesbangpol Linmas Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam rangka memperkenalkan bahaya dini yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat di SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan pada hari Selasa, 1 November 2016.
Tugas seorang pelajar adalah belajar. Proses belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam belajar. Salah satu metode belajar yang dipercaya akan membuat proses belajar menjadi menyenangkan adalah metode belajar aktif (active learning).
Metode belajar active learning dicetuskan pertama kali oleh Melvin S. Silberman. Asumsi dasar yang diterapkan oleh active learning adalah belajar bukan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada murid. Belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. Saat proses belajar, murid dituntut berperan aktif melakukan kegiatan, tidak hanya berperan sebagai penerima informasi secara pasif. Guru bukanlah satu-satunya sumber informasi. Murid dituntut untuk mencari sumber-sumber informasi lainnya, di bawah bimbingan guru.
[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=99&idmateri=165&mnu=Materi1″]
Buku – Optimalisasi Pemanfaatan Dana BOS Menggunakan Teknik Analytic Hierarchy Process (AHP) beserta template excel.
[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”right” width=”full” link=”https://doc-0c-6c-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/1napu0elkbo95n18qk1840rq9dbsvlld/1477792800000/13382619000335599788/05622458821863151022/0B2nLZFOOhL9CcWR5N1NUSnVXMEU?e=download&nonce=mk47tq57ca42i&user=05622458821863151022&hash=68qjo6a98jdpuuraa2d4ahi4v9aivf9b” font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh E-Book[/button]
[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”center” width=”full” link=”https://doc-10-6c-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/328jkpknaebuc90c06og3nf0qin0si3n/1477792800000/13382619000335599788/05622458821863151022/0B2nLZFOOhL9CclRzdkwtNkM2Q3c?e=download&nonce=ffjrne221f394&user=05622458821863151022&hash=egmuickdllh91oql1na52in1ve0rc7rj” font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh Template AHP (Excel)[/button]
Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK Tahun 2016.
[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”center” width=”full” link=”https://doc-0k-6c-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/a4lsiub8hvjik89gsi4o3pel3iuchu0i/1477792800000/13382619000335599788/05622458821863151022/0B2nLZFOOhL9CeldCVjJNSGZtNFU?e=download&nonce=suieruv7st0vc&user=05622458821863151022&hash=pb14lt437rqftm018jpeovaat3hqhbg2″ font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh E-Book[/button]
E-book Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di Bidang Kelistrikan
[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” width=”full” link=”https://doc-14-6c-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/gf4kj7t315uqka9up6k1d3dlmg75n6et/1477792800000/13382619000335599788/05622458821863151022/0B2nLZFOOhL9CeTRUUnNtV2ZEVDQ?e=download&nonce=3h2a74r2g0tb6&user=05622458821863151022&hash=7sf1c06maq8ks1aj000vh48nk2koq8kd” font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh E-Book[/button]
Mengingat integrasi PMP dengan Dapodik yang prosesnya relatif masih baru, sampai saat ini masih sangat banyak ditemukan kendala di lapangan seputar Aplikasi PMP, baik dari segi pengisian instrumen, pengiriman data, maupun kendala infrastruktur yang ada.
Di sisi lain, waktu yang disediakan untuk pengisian instrumen Aplikasi PMP sangatlah terbatas. Maka, waktu Cut Off ditambah selama 20 hari sehingga Batas Cutt Off yang baru adalah tanggal 20 November 2016.
Dalam waktu tersebut diharapkan kepada sekolah yang belum mengirimkan datanya agar berupaya melakukan pengiriman dan selalu berkoordinasi dengan Helpdesk PMP Dikdasmen untuk menangani permasalahan yang ada.
Untuk mengatasi permasalahan pengiriman data yang sering gagal atau proses pengiriman memakan waktu yang terlalu panjang, maka dibuatlah jadwal pengiriman data PMP berdasarkan wilayah yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Sumber : Dapodikdasmen
Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5 % dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014). Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi, dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.
Bonus demografi menjadi windows opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah Negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumberdaya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa di setiap 100 penduduk Indonesia, ada 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia. Rasio usia produktif di atas 64 % sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produkif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035.
Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia. Bung Karno tidak memerlukan jutaan pemuda untuk bisa mengguncang dunia. Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.
Beberapa waktu yang lalu, Indonesia berhasil mengantarkan seorang Pemuda Indonesia usia 23 tahun bernama Rio Haryanto ke level tertinggi balap mobil internasional F-1. Akhirnya, seorang anak Indonesia yang berhasil menembus balapan paling bergengsi di dunia. Bulan yang Agustus yang lalu, kita semua turut terharu dan berbangga saat duo Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil mengembalikan tradisi emas di ajang Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil melalui cabang olahraga Bulutangkis. Dua pemuda berusia 27 dan 30 tahun tersebut memberikan hadiah untuk kemerdekaan Republik tercinta ini.
Tidak hanya di ajang olahraga, di sektor-sektor lain seperti industri kreatif, kita juga menemukan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mengharumkan Negara dan bangsa di kancah internasional. Data BPS menyebutkan bahwa Industri Kreatif hari ini menyumbang tidak kurang dari 7 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebuah kontribusi yang tidak bisa dianggap kecil di tengah pelambatan ekonomi dunia.
Aktor muda, Joe Taslim, sutradara muda asal Blitar Jawa Timur, Livi Zheng membawa nama Indonesia ke kancah perfilman kelas dunia di Hollywood. Di dunia musik, kita memiliki Sandhy Sondoro, musisi muda Indonesia yang di usianya yang ke-28 tahun telah berhasil menyabet penghargaan International Contest of Young Pop Singer di Latvia pada 2009 dengan mendapatkan nilai nyaris sempurna dari seluruh juri.
Di bidang start up, Indonesia memiliki Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, ada Ahmad Zaky, CEO Bukalapak dan ratusan CEO-CEO muda di bidang Teknologi Informasi yang dipercaya oleh perusahaan Teknologi Informasi multinasional. Tahun 2015, dilaporkan terdapat 62 start up Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah. Omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada Tahun 2015 dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag, 2015). Jika tren ini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat. Tentu, dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai bisnis online tersebut, para pemuda Indonesia harus berada pada posisi sebagai produsen bukan sekedar sebagai konsumen.
Selain pencapaian di bidang teknologi informasi, kita juga punya anak-anak muda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said, 27 tahun asal Malang Jawa Timur yang berhasil mencuri perhatian Pangeran Charles Inggris atas inovasi Asuransi Bank Sampah-nya. Termasuk, beberapa waktu lalu kita juga dibuat bangga oleh Diplomat Muda Indonesia, Nara Masista Rakhmatia yang mampu mengguncang persidangan PBB karena diplomasinya yang keras, cerdas dan tegas melindungi Papua dari rongrongan negara-negara asing.
Hari ini, 28 Oktober 2016 tidak hanya kita peringati sebagai hari sumpah pemuda yang ke-88, namun juga sebagai hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia.
Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesia yang hari ini mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tokoh-tokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita benar-benar bisa menaklukkan dunia. Jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik. Tugas kita semua untuk menjadikan Bonus Demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia.
Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi Negara maju sejajar dengan Negara-negara besar lainnya. Di depan mata kita ada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya Pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia.
Sumber : Kemdikbud
Masih adakah diantara kalian yang memandang sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu nanti masa depannya tidak sebagus yang sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA)? SMK memang dirancang agar lulusannya langsung siap masuk ke dunia kerja. Berbeda dengan SMA yang harus ada kursus atau pelatihan lagi sebelum bisa langsung kerja. Karena kebanyakan siswa yang bersekolah di SMA memang bertujuan untuk dapat meraih pendidikan yang lebih tinggi lagi di tingkat kuliah atau perguruan tinggi. Kelebihan dan kekurangan memang ada pada baik SMA atau SMK.
SMA memudahkan lulusannya untuk masuk ke perguruan tinggi namun mendapatkan kesulitan ketika akan langsung kerja. Sementara SMK lebih kebalikannya. Beberapa tahun belakangan ini pemerintah tengah gencar mempromosikan SMK. Makanya sekarang SMK juga banyak peminatnya, tidak sedikit anak-anak SMP yang kemudian memilih daftar masuk ke SMK.
Pada umumnya mereka yang memilih sekolah di SMK memiliki keluarga dengan ekonomi yang biasa saja, sehingga mereka memutuskan bersekolah yang bisa langsung kerja. Dengan cepat bekerja mereka akan meringankan beban ekonomi keluarganya. Namun perlu diingat juga, buat kalian yang sekolah di SMK juga jangan berpangku tangan saja. Mentang-mentang kalian nanti sudah punya dasar pelatihan dan ketrampilan tertentu, sehingga bisa langsung kerja. Nah berikut ini beberapa tips untuk anak SMK biar mendapatkan karier sebagus lulusan sarjana.
1. Pilih jurusan sesuai minat dan bakat
Sebenarnya SMK itu tidak jauh beda sama SMA, soal niat belajar dan ketekunan itu. Kalau kalian nantinya ingin memiliki karir yang sebagus lulusan sarjana ya kalian harus bersungguh-sungguh dari awal, sejak kalian masuk ke SMK. Kamu bisa memulainya dengan memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Pilihlah jurusan yang menjanjikan dalam dunia kerja kelak, misalnya multimedia, broadcasting, farmasi, tata boga, tata busana, atau otomotif.
2. Ikut kompetisi dan lomba
Kedua, kalian juga perlu lho ikut lomba-lomba tingkat SMK, seperti LKS Kejuruan. Kompetisi yang hanya khusus untuk sekolah SMK, biasanya dari sana kalian juga akan dirilik oleh perusahaan yang ikut berpartisipasi. Terutama perusahaan otomotif yang sering mencari lulusan SMK yang sudah berbakat sejak sekolah.
3. Magang yang benar
Nah ini yang sering disepelekan oleh anak-anak SMK, yakni terkait magang. Sering mereka menjadi malas karena harus magang, padahal magang itu kesempatan emas buat kamu biar cepat dapat kerja. Kalau sewaktu kamu magang di suatu perusahaan dan mereka suka dengan kerjaanmu, bisa saja sebelum lulus mereka minta kamu untuk kerja di sana. Banyak kok anak SMK yang sewaktu magang sudah dijanjikan pekerjaan oleh perusahaannya itu.
4. Pilih kerja atau kuliah, jangan ragu
Pikirkan benar-benar apakah kamu akan melanjutkan berkuliah atau bekerja. Setelah lulus dari SMK putuskan kamu akan memilih lanjut belajar atau bekerja, dan jangan ragu intinya itu. Jangan ragu untuk memilih langsung bekerja dan jangan ragu juga jika kamu ingin berkuliah.
5. Keterangan pengalaman kerja
Ketika kamu magang pergunakan kesempatan itu dengan baik sehingga nanti kamu mendapatkan surat keterangan pengalaman kerja. Nah kalau kamu sudah punya pengalaman kerja itu kan menjadi lebih mudah ketika melamar kerja. Perusahaan paling senang punya karyawan baru yang sudah punya keterampilan dan pangalaman.
6. Sertifikat profesi
Jangan lupa, kalian juga bisa punya sertifikat profesi atau sertifikat kompetensi sesuai dengan jurusan yang kalian ambil. Itu biar membuktikan keterampilan kerja kalian terlihat lebih sah.
7. Kerja sambil kuliah
Banyak kok sekarang siswa SMK yang berprestasi dan tak jarang mereka melanjutkan kuliah juga dengan beasiswa. Kalau melanjutkan kuliah kalian bisa sambil bekerja juga, toh kamu sudah punya ketrampilan. Kamu juga bisa berkuliah di perguruan tinggi atau kampus kejuruan seperti Politek atau Sekolah Tinggi tertentu.
Nah itu semua tips yang bisa kamu lakukan mulai dari sekarang ketika kamu mulai sekolah di SMK. Yang terpenting adalah usaha keras, bersungguh-sungguh dan doa agar kelak karirmu bisa mengalahkan yang bergelar sarjana.
Sumber : psmk.kemdikbud.go.id
Selasa, 25 Oktober 2016. Bertempat di ruang sidang BSNP, Direktur Pembinaan SMK M. Mustaghfirin Amin bersama tim ahli pengembang standar proses dan standar penilaian memaparkan perkembangan pengembangan kedua standar tersebut kepada anggota BSNP untuk mendapatkan masukan yang bersifat substansial maupun teknis dan redaksional.
Dalam kesempatan tersebut, Mustaghfirin Direktur Pembinaan SMK menyampaikan harapannya supaya empat standar nasional pendidikan, yaitu SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri pada tahun 2016, sehingga keempat standar tersebut bisa dilaksanakan pada tahun 2017.
“Keberadaan empat standar ini sangat ditunggu-tunggu di lapangan supaya proses pembelajaran dan penilaian pada pendidikan menengah kejuruan dapat dilaksanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan”, ucap Mustaghfirin.
Lebih lanjut Mustaghfirin menambahkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran dan penilaian SMK tahun 2017. Pertama, diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang dalam hal ini Pemerintahan Daerah Tingkat Provinsi menjadi pengelola dan pembina di lapangan untuk SMA dan SMK. Kedua, lahirnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Ketiga, adanya kesepakatan internasional, khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang memiliki implikasi adanya pergerakan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil dalam rangka meningkatkan perdagangan dan produksi, serta untuk membangun pasar yang lebih terpadu bagi perusahaan dan konsumsi di negara anggota Asean.
“Dengan adanya tantangan ini, jika kita tidak bisa menyesuaikan standar dengan perkembangan tersebut, kita akan ketinggalan. Apalagi di beberapa industri tertentu, sudah dikuasai tenaga kerja asing. Jika standar sudah kita tetapkan, para pekerja asing untuk bisa bekerja di Indonesia mesti mengacu kepada standar kompetensi yang ada”, ucap Mustaghfirin seraya menambahkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud saat ini telah menandatangani nota kesepahanan (Memorandum of Understanding) dengan beberapa Kementerian terkait dengan kebutuhan dan pemenuhan tenaga kerja pada level menengah akan dipenuhi oleh lulusan SMK.
Sementara Djemari Mardapi ketua tim ahli pengembangan standar penilaian dalam paparannya menyampaikan bahwa SMK memiliki karakteristik pembelajaran yang sangat berbeda dari proses pembelajaran di SMA/MA. Diantaranya adalah adanya proses pembelajaran yang mengacu pada prinsip multi entry dan multi exit (MEME), pembelajaran sistem ganda (dual system), pembelajaran di bengkel, teaching factory, serta dunia usaha dan dunia industri.
Karakteristik pembelajaran di SMK ini menuntut adanya penilaian yang berbeda dari penilaian pada jenjang SMA/MA. Sebagai tindaklanjut dari pembahasan draf standar ini, tim ahli bersama BSNP akan melakukan perbaikan sebelum pada akhirnya dilakukan uji publik draf standar.
“Kami menyadari bahwa proses pengembangan standar ini dilakukan dengan prinsip kemitraan antara BSNP dan Direktorat Pembinaan SMK, namun demikian di BSNP telah ada langkah-langkah baku pengembangan standar yang mesti dilakukan, mengingat standar merupakan sebuah consensus bersama”, ucap Erika Budiarti Laconi Ketua BSNP yang memimpin rapat.
Sumber : psmk.kemdikbud.go.id