SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan

Loading

Jadwal Penting SNMPTN 2018

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN Tahun 2018 :

  1. Pengisian dan Verifikasi PDSS:13 Januari – 10 Februari 2018
  2. Pendaftaran SNMPTN:21 Februari – 6 Maret 2018
  3. Pengumuman Hasil Seleksi:17 April 2018
  4. Proses verifikasi dokumen peserta dan/atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi dilaksanakan hari Selasa, 8 Mei 2018 (bersamaan dengan pelaksanaan ujian tulis SBMPTN 2018)

Pedoman Peringatan Hardiknas Tahun 2017

Menyambut Hari Pendidikan Nasional pada Tanggal 2 Mei 2017, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan surat nomor : 21046/MPK/TU/2017 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017.

Dalam surat tersebut Mendikbud menetapkan bulan Mei sebagai Bulan Pendidikan dan Kebudayaan untuk diperingati dengan kegiatan-kegiatan bernuansa pendidikan dan kebudayaan. Sedangkan tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 adalah : “Percepat Pendidikan Yang Merata dan Berkualitas”. Selain surat tersebut juga dilampirkan Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017.

Lebih lanjut disampaikan bahwasannya selain melaksanakan upacara bendera, setiap institusi pada Tanggal 2 Mei 2017 diharapkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hardiknas 2017. Mendikbud juga menghimbau kiranya Gubernur dan Bupati/Walikota bahwa dalam rangka lebih memupuk rasa patriotisme untuk berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.

Berikut ini kami lampirkan dokumen-dokumen pendukungnya :

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” align=”center” width=”full” link=”http://setjen.kemdikbud.go.id/setjen/downlot.php?file=Surat%20Mendikbud%20Hardiknas%202017.pdf” target=”_blank” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Surat Edaran Mendikbud Terkait Pedoman Upacara Hardiknas Tahun 2017[/button]

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” align=”center” width=”full” link=”http://setjen.kemdikbud.go.id/setjen/downlot.php?file=Pedoman%20Pelaksanaan%20Upacara%20Hardiknas%202017.pdf” target=”_blank” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Pedoman Pelaksanaan Upacara Hardiknas 2017[/button]

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” align=”center” width=”full” link=”http://setjen.kemdikbud.go.id/setjen/downlot.php?file=Pidato%20Hardiknas%20Mendikbud%202017.pdf” target=”_blank” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Pidato Mendikbud pada Upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017[/button]

Sumber : Dapodikdasmen

Jadwal Penting SBMPTN 2017

Seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN melalui ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Bagi peserta, seleksi bersama menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme lintas wilayah.

Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan SBMPTN, yaitu seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan, maka pada tahun 2017 melaksanakan Ujian tertulis yang terdiri dari Paper-Based Testing (PBT) dan Computer-Based Testing (CBT), yang dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2015, 2016, dan 2017 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2015, 2016, dan 2017.

Ujian tertulis yang terdiri dari PBT dan CBT menggunakan soal-soal ujian yang dirancang mengikuti kaidah-kaidah akademik pengembangan tes. Ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang sains dan teknologi (saintek) dan/atau bidang sosial dan humaniora (soshum). Selain mengikuti ujian tertulis (PBT atau CBT), peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Tujuan SBMPTN 2017 adalah sebagai berikut:

  1. Menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik.
  2. Memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah.

1. Ketentuan Umum

SBMPTN 2017 merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan Kementerian Agama secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (Paper Based Testing) atau menggunakan komputer (Computer Based Testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

2. Persyaratan

  • Pendaftaran
    – Bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dan Paket C tahun 2015 dan 2016 harus memiliki ijazah.
    – Bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dan Paket C tahun 2017 telah memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah atau Ijasah Paket C. Surat Keterangan Lulus sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang bersangkutan serta dibubuhi cap yang sah.
    – Peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studinya.
  • Penerimaan
    Peserta seleksi lulus pendidikan menengah, lulus SBMPTN 2017, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2017 dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan jadwal sebagai berikut:

Hari dan
Tanggal
WIB
WITA
WIT
Kegiatan
Saintek
Soshum
Campuran
Selasa,
16 Mei 2017
07.00-07.30
08.00-08.30
09.00-09.30
Peserta masuk ruang ujian, mengisi biodata, pemeriksaan Identitas
07.30-09.15
08.30-10.15
09.30-11.15
Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek)
09.15-09.45
10.15-10.45
11.15-11.45
Istirahat
09.45-10.00
10.45-11.00
11.45-12.00
Peserta masuk ruang ujian & mengisi biodata*)
10.00-11.45
11.00-12.45
12.00-13.45
Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA)
11.45-13.00
12.45-14.00
13.45-15.00
Istirahat
13.00-13.15
14.00-14.15
15.00-15.15
Masuk ruang ujian & mengisi biodata*)
13.15-14.30
14.15-15.30
15.15-16.30
Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum)
 

Catatan *): Verifikasi peserta dilakukan pada setiap sesi ujian dengan tidak mengurangi waktu pelaksanaan ujian (verifikasi peserta dilakukan pada saat ujian berlangsung).

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di laman resmi SBMPTN 2017.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2017

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Simulasi UNBK 2017 tahap awal memang dijadwalkan oleh Kemdikbud melalui Puspendik yaitu tanggal 21-24 November 2016 yang lalu untuk SMA/MA dan SMP, dan 28 November – 1 Desember 2016 yang lalu untuk SMK.

Kemudian pada Simulasi II akan dilaksanakan pada tanggal 13 Februari (Senin) untuk mata pelajaran Matematika SMK, dan 14 Februari (Selasa) untuk mata pelajaran Bahasa Inggris SMK. Dalam simulasi ini hanya akan disimulasikan 2 mata uji saja.

Jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut :
1. 13 Februari (Senin) : Simulasi Matematika SMK
2. 14 Februari (Selasa) : Simulasi Bahasa Inggris SMK
3. 20 Februari (Senin) : Simulasi Mata ujian Pilihan SMA
4. 21 Februari (Selasa) : Simulasi Bahasa Inggris SMA
5. 27 Februari (Senin) : Simulasi Matematikan SMP/MTs
6. 28 Februari (Selasa) : Simulasi Bahasa Inggris SMP/MTs.

Adapun ketentuannya yaitu setiap siswa dapat mencoba ujian Bahasa Inggris dan dua Mata pelajaran lainnya, berdasar pilihan siswa sendiri (setiap hari satu mata pelajaran). Biaya penyelenggaraan di sekolah ditanggung oleh sekolah masing-masing. Dan nantinya Skor hasil simulasi akan diumumkan.

Ini merupakan tahun pertama bagi SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan sebagai penyelenggara UNBK, berkat dukungan dari berbagai pihak yang peduli dengan SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan Tapanuli Tengah. Semoga penyelenggaraan UNBK di SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Aamiin.

Cara Orang Tua Hindari Anak dari Bullying

Penyanyi berusia 19 tahun asal Inggris, Harris J, mengadakan konser di Jakarta, termasuk di 5 sekolah di Jakarta dan Bekasi. Pada konser yang bertajuk Love You Are itu, penyanyi beragama Islam itu juga mengkampanyekan kesadaran anti bullying pada anak-anak dan orang tua.

Penyanyi lulusan BRIT School of Performing Arts, London, itu mengaku merasa prihatin dan terpanggil untuk mengkampanyekan anti bullying.

“Kampanye ini bukan hanya untuk anak-anak, namun juga untuk orangtua, untuk orang-orang yang menonton konserku, dan juga para guru,” ujar remaja yang hapal 30 juzz Al Quran dan sempat ditayangkan di Youtube ini.

Pada Rabu, 16 November 2016 lalu, Harris J tampil di SD, SMP, dan SMK Global Prima Islamic School, Jalan Kaliabang, Bekasi Utara. Lebih dari 200 orang yang terdiri atas siswa para pengurus yayasan, guru, dan orang tua siswa, nampak antusias menyaksikan konser Harris J tersebut.

Sebelum konser Harris berlangsung, pada acara itu digelar talkshow, juga dengan tema yang sama. Talkshow itu menghadirkan Helen dam Fahira dari LSM Sejiwa dan dipandu penyiar radia Gen FM.

Mengomentari soal upaya menghindarkan anak dari tindak bullying, beberapa orang tua dan guru di Global Prima Islamic School mengaku, bahwa orang tua sangat berperan dalam menghindarkan anak dari tindak Bullying.

Salah seorang orang tua siswi SD, Lina Roslina, mengatakan, agar anak terhindar dari tindak bullying, orang tua perlu mengenali teman-teman anak di sekolah. Setiap pulang sekolah, anak juga ditanya tentang keadaan di sekolah, apa pengalaman di sekolah pada hari itu, dan masalah yang dihadapi anak. “Yang penting, selalu menghargai anak-anak supaya tumbuh percaya diri, jangan pernah bilang yang negatif tentang anak, “kata ibu dari Ghasani, murid kelas 2 SD ini.

Pendapat yang sama juga dikatakan Yanni, juga orang tua siswa. Menurutnya, orang tua perlu pendekatan batin, salah satunya, setiap anak pulang sekolah, ditanyakan tentang apa pengalaman di sekolah pada hari itu, main dengan siapa saja, dan apa permainannya. “Dari cerita anak, kita bisa tahu, apakah anak kita mengalami bullying atau tidak, “ujarnya.

Andaikata orang tua mengetahui anaknya dibully teman-temannya, kata Yanni, anak harus diajarkan untuk menghindar dari pelaku bullying, jangan takut, namun harus menghadapi teman yang melakukan bullying itu dengan kata-kata yang baik dan sopan.

Orang tua lain, Wikasari, menilai, orang tua perlu menyiapkan mental anak untuk siap berbaur atau bersosialisasi di pergaulan dimanapun. “Dalam pergaulan itu kan anak akan berhadapan dengan berbagai macam sikap dan karakter teman-temannya. Namun yang tak kalah penting, kita juga harus memahami karakter anak sendiri, “ujar ibu dari Indira, juga murid kelas 2 SD.

Pendapat lain dikemukakan Damayanti, ibu dari Ellectra, siswi kelas 2 SD. Menurutnya, agar anak terhindar dari tindak bullying, orang tua harus mengajarkan kasih sayang, peduli dan saling tolong menolong. Dengan mengajarkan itu, anak akan selalu mengingat hal positif dan terbiasa melakukannya. “ Anak akan selalu berbuat jujur, tidak menyakiti orang lain. Anak juga tidak akan merasa rendah diri, sebaliknya akan tumbuh percaya diri, “katanya.

Damayanti juga menilai, mengajarkan kemandirian serta nilai-nilai agama, anak akan terhindar dari perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban.

Sedangkan Dian Carrolina, guru SD Global Prima Islamic Shool, mengatakan, orang tua perlu memberikan landasan agama yang kuat di keluarga dan meningkatkan percaya diri anak. “Orang tua juga perlu memilih lingkungan yang baik untuk anak-anaknya, “katanya.

Salah satu tindak bullying yang juga marak akhri-akhir ini adalah bullying melalui media sosial. Dalam upaya menghindarkan anak dari tindak bullying melalui media sosial itu, pada Sabtu, 26 November 2016, Komite Global Prima Islamic School juga akan menggelar acara Seminar Parenting dengan tema “Internet: Etika dan Bahaya” dengan menampilkan pembicara Teguh Arifyadi dari Indonesia Cyber Law Community (ICLC).

Menjadi Guru Itu Profesi Mulia

Guru adalah seorang pendidik sebagai insan yang mulia dan berjasa karena merekalah yang bertanggungjawab mendidik manusia bagi melahirkan generasi yang cerdas dan cakap serta sanggup melaksanakan tugas terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara. Guru dalam sejarah hidupnya senatiasa menghargai kejayaan anak didiknya serta sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk manfaat dan kesejahteraan orang lain.

Peranan guru adalah luas. Guru adalah pendidik, pembimbing dan pendorong. Dia juga penyampai ilmu, penggerak dan penasihat. Ini bermaksud, guru atau pendidik mempunyai tugas dan tanggungjawab yang berat, olehnya itu guru bukanlah profesi sembarangan, di tangan merekalah masa depan murid dipertaruhkan. Mereka adalah orang yang memberi pengetahuan kepada muridnya, andaikan lalai maka murid yang dihasilkan pun produk gagal. Sebaliknya lahir tokoh-tokoh besar dari guru yang luas keilmuannya

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Kemuliaan seorang guru datang karena ia merupakan sosok yang berperan penting dalam membawa masa depan seorang anak didiknya. Tugas seorang guru yang mengubah orang yang bodoh menjadi orang yang pintar mengubah yang tadinya tidak tahu menjadi tahu merupakan tugas mulia yang diemban dari seorang guru. Selain itu tingkah lakunya menjadi panutan bagi semua orang. Inilah yang menjadi nilai lebih profesi ini dibandingkan dengan profesi lain, benar-benar istimewa bekerja sebagai guru.

Kedudukan guru merupakan kedudukan yang dihormati sebagai pembimbing di dalam keilmuan sehingga menjadi penyemangat dan inspirasi bagi muridnya untuk memilih bidang pekerjaan yang akan ditekuninya di masa depan, karena di tangan gurulah masa depan seorang anak berada, banyak tokoh-tokoh besar di dunia siapapun itu, mereka tidak akan seperti itu kalau bukan didik seorang guru yang hebat. Guru bangga jika melihat anak didiknya melampaui capaiannya, karena ia telah berhasil berbuat sesuatu yang berguna bagi semua orang dengan ilmunya.

Menjadi guru memiliki tantangan yang sangat kompleks salah satunya bagaimana kita dihadapkan dengan sebuah karakter yang berbeda dan bagaimana kita dapat mendidik dari perbedaan karakter, namun seorang guru dituntut dapat mengemban tugas untuk mencerdaskan anak bangsa, sehingga hal ini menuntut seorang guru untuk memiliki jiwa sebagai seorang pendidik. Menjadi pendidik tidaklah mudah, karena seorang guru harus menjadi bagian penting dalam perkembangan anak didiknya. Seorang guru harus mampu memahami karakter setiap anak didiknya sehingga dapat menjalin keakraban dan kebersamaan yang nantinya dapat membantu dalam proses mendidik dan mengajarkan ilmu kepada siswa dan pada akhirnya dapat memotivasi dan mendorong siswanya untuk dapat meraih cita-cita yang diimpikan.

Menjadi guru harus ikhlas mengajarkan ilmu dengan penuh kasih sayang dan cinta serta selalu sabar dalam membimbing kita walau hanya sekedar untuk membaca, menulis dan berhitung, karena dengan keikhlasan dan kasih sayang guru dalam mengajarkan sebuah ilmu kepada setiap anak membuat terkadang diri kita terkenang akan jasa para guru.
Kesejahteraan seorang guru tidaklah seperti kesejahteraan profesi yang lain seperti pejabat, artis maupun pegawai instansi lainnya. Namun, kebanggan dan kepuasan menjadi seorang guru tidaklah dapat diukur dari gaji yang diterima setiap bulan melainkan melakukan suatu pekerjaan mulia untuk memberikan ilmu kepada anak bangsa sehingga nantinya mereka akan menjadi manusia yang lebih baik serta kebahagian atas pahala yang tak pernah berhenti mengalir teruntuk seorang guru yang telah berjasa dalam mencerdaskan dan mendidik anak-anak tersebut walaupun guru tersebut telah tiada.

Olehnya itu patutlah anda berbangga dan berbahagia saat ini jika anda berprofesi sebagai seorang guru, karena ada banyak manfaat yang dapat anda berikan kepada anak didik anda sehingga nantinya mereka dapat menjadi generasi muda yang berguna dan berprestasi di masa depan. Selain itu jadilah seorang guru yang bersikap dan berakhlak baik karena anda adalah sebagai suri tauladan di tengah masyarakat terlebih menjadi teladan bagi siswa sehingga patutlah memberikan contoh yang baik kepada para siswa sehingga mereka dapat mencontoh dan meneladaninya dikemudian hari.

Jaga Gairah Guru kalau Mau Pendidikan Maju!

2207270thinkstockphotos-467864409

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa….

Masih hapal lirik lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di atas? Lagu untuk para guru dan pendidik. Lirik lagu itu menunjukkan betapa mulia profesi guru. “Pendidik adalah teladan bagi peserta didiknya,” kata CEO & Founder Elite Tutors Indonesia, Sumarsono.

Guru, lanjut Sumarsono, tidak hanya bertanggung jawab atas penyampaian materi tetapi juga berperan sebagai panutan. Namun, tak bisa dimungkiri guru juga manusia biasa yang memiliki banyak kebutuhan hidup untuk dipenuhi. Sayangnya, keluhan soal kesejahteraan para guru masih terus saja bergaung. Masalah ini menjadi agenda Konferensi Kerja Nasional III Persatuan Guru Republik Indonesia pada Januari 2016.

Keluhan yang mencuat antara lain pengucuran tunjangan belum tepat waktu. Persyaratan penerimaan tunjangan juga dirasa terlalu banyak. Proses kenaikan pangkat pun disebut masih rumit. Belum lagi soal jabatan fungsional dan kecilnya pendapatan guru honorer. Juga, sejumlah tunjangan khusus disebut belum merata. Padahal, tanggung jawab guru tidak kecil. Rasio guru dan murid juga sering tak seimbang.

Menurut PP 74/2008 tentang Guru, idealnya satu guru maksimal mengajar 20 siswa. Kenyataannya, satu guru kerap mendidik lebih dari 40 siswa pada satu waktu. Terlebih lagi, ada tuntutan moral dan etika yang erat melekat pada sosok guru, mulai dari tutur kata hingga perilaku. Untuk itu semua, seorang guru harus terus-menerus mengasah kualitas dan membangun kepribadian.

“Jadilah guru yang kehadirannya selalu dinanti peserta didik karena metode pengajarannya menarik,” ujar Sumarsono. Agar pengajaran efektif, lanjut Sumarsono, guru sebaiknya memastikan pula terlebih dahulu muridnya memang sudah siap menerima materi pelajaran.

Gairah

Sumarsono mengaku tidak sependapat bila guru harus menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan pula berarti guru perlu medali. Namun, kata Sumarsono, guru harus dipastikan hidup sejahtera. Harapannya, kesejahteraan itu akan membuat guru terus termotivasi mengembangkan diri. “Semakin berkembang guru, ia akan semakin maksimal mengajar, sehingga anak didik ikut berkembang,” ungkap Sumarsono.

Menurut Sumarsono, saat ini pendidikan masih terlalu terpaku pada pengabdian. Seolah-olah, kata dia, mulianya profesi ini membuat guru tidak perlu sejahtera. “(Namun), saya menekankan, pendidik jangan (lalu) menuntut dibayar mahal, tapi (pendidik yang harus) memantaskan diri,” tegas Sumarsono. Tentu saja, guru juga harus terus menambah kompetensi agar pantas dibayar mahal itu. Di dalamnya termasuk mempelajari kasus-kasus yang berkembang di dunia pendidikan dan cara menghadapi anak-anak tertentu.

“Nah, bagaimana pendidik (sekarang) mau berkembang kalau sambil mikir besok mau makan apa? Pendidikan macam apa yang mau dibangun oleh pendidik yang tidak sejahtera?” tanya Sumarsono.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Sumarsono pun memastikan para tutor di lembaganya mendapatkan bayaran pantas dan hidup sejahtera. Dari situ dia juga memastikan kualitas para pengajar di lembaganya. “Guru harus memiliki dua kualitas utama. Kualitas latar belakang akademik dan kepribadian menarik,” tegas dia.

Menurut Sumarsono, peserta didik akan sulit menerima ilmu dari guru yang tidak konsisten dan perilaku kesehariannya bertolak belakang dengan ajarannya. Sistem evaluasi pun Sumarsono bangun. Hasil dari proses ini dilaporkan pula ke orangtua murid, berbarengan dengan data perkembangan program. “Jadinya, guru pun semangat belajar,” ungkap dia.

Satu lagi, gairah atau passion adalah kata penting dalam proses pendidikan. Guru yang punya gairah tinggi mendidik akan otomatis punya empati kepada anak didiknya. Dengan sendirinya, sebut Sumarsono, guru itu berpikir kesuksesan peserta didik adalah kesuksesannya. Sebaliknya juga buat para murid.

Lagi-lagi, gairah ini tak bisa dipisahkan dengan kesejahteraan. Sumarsono menganalogikan, gairah tanpa kesejahteraan ibarat mengendarai mobil tanpa pengisian kembali bensin. “Tinggal tunggu mogok (kalau begitu),” tegas dia.

Memiliki Emosi Sehat, Kunci Remaja Berprestasi

emotional-wellness-definition-webRemaja yang memiliki emosi sehat merupakan kunci keberhasilannya di sekolah. Emosi yang sehat itu mencakup kemampuan menangani emosi, memiliki kemampuan mengatasi masalah, memiliki kepercayaan diri, punya empati, serta hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan sekitar.

“Jika siswa memiliki emosional sehat dan memiliki hubungan intrapersonal yang positif di sekolah, maka siswa akan lebih siap dalam kegiatan akademik dan mendapatkan hasil yang baik,” kata Brenton Hall, kepala sekolah Australian Independent School (AIS), Jakarta, beberapa waktu lalu, seperti dikutip portal beritasatu.com.

Untuk membangun emosi sehat pada siswa remaja, kata Hall, harus ada kerja sama yang kuat dan terus-menerus antara pihak sekolah dan orang tua di rumah. “Sekolah harus fokus pada pengajaran yang mendukung keseimbangan emosi dan sosial siswa, yaitu Social and Emotional Thinking (SET). Program SET diharapkan dapat menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan menangani emosi, memiliki kemampuan problem solving, memiliki kepercayaan diri, punya empati, serta hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan sekitar,” tegas Hall.

Linzi Band, pengajar SET di AIS menerangkan, untuk mengasah kemampuan SET, siswa remaja diberi kegiatan yang interaktif dan diberi pemahaman berpikir dan bertindak positif dalam menghadapi situasi yang berbeda-beda di lingkungan dan komunitas mereka.

Topik-topik SET yang diajarkan dan diasah adalah topik yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMP dan SMA, termasuk mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain, menghargai orang lain, pengendalian emosi, komunikasi yang efektif, kepemimpinan, cybersafety, mengatasi kecanduan, dan lainnya. “Gak ada kasus bully kalau siswa sudah memiliki keseimbangan emosi dan sosial,” kata Band.

Menurut Band, orang tua juga harus dilibatkan dalam proses membangun SET remaja ini, salah satunya melalui berbagai workshop di sekolah. Tujuannya agar sekolah dan rumah memiliki visi dan misi yang sama bagaimana membangun SET siswa, baik di sekolah dan di rumah.

Pertempuran 10 November 1945

Pertempuran Surabaya 10 November 1945 adalah pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Pada tanggal 9 November 1945, Inggris mengeluarkan ultimatum yang berisi ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang-orang Indonesia Surabaya tidak mentaati perintah Inggris. Mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan.

Namun ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya. Sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945, selama kurang lebih satu bulan lamanya.

Medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit, sekitar 1600 orang prajurit Inggris tewas serta puluhan alat perang rusak dan hancur.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara yang membuat Inggris serasa terpanggang di neraka telah membuat kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan dan tanggal 10 November diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pahlawan.

logo-harwan-2016

#YukJadiPahlawan

Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur membela bangsa dan negara, akan dilaksanakan Hening Cipta secara serentak selama 60 detik di seluruh Indonesia. Hening Cipta selama 60 detik secara serentak dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 November 2016 pada pukul : 08.15 waktu setempat, bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Pahlawan.

“Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya“. (Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut / rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah)

“Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”. (Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya)

“Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya“. (Pernyataan Prof. DR. R. Soeharso sebagai seorang nasionalis dan patriot)

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri“. (Disampaikan Prof. Moh. Yamin, SH pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris)

“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi“. (Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang)

“Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama“. (Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera)

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang“. (Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI)

“Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit”. (Disampaikan Pattimura pada saat akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817)

“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku”. (Disampaikan Silas Papare pada saat memperjuangkan Irian Barat / Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI)

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.” (Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)

“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali”. (Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya).

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Presiden Soekarno pada Hari Pahlawan 10 November 1961)

“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.” (Moh. Hatta)

“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”. (R.A. Kartini)

Bergeraklah, Karena Diam Itu Mematikan

Mengajar fisika di SMK memiliki tantangan sendiri, karena anak SMK lebih ke sisi real teknis. Akan sangat sia-sia jika hanya menitikberatkan teori. Mengajar fisika bukan sekedar teori saja, ada sebuah “kehidupan” di situ. Yah … sebuah kebermaknaan yang sangat indah jika kita mau mendalaminya dan mengajarkannya pada anak-anak. Ilmu fisika mengajarkan tentang toleransi, kesabaran, dan makna kehidupan lainnya.

Sebagai seorang Guru, Ayah dari anak-anakku di sekolah, sudah berapa macam kemirisan yang muncul selama aku mendidik mereka. Apa yang salah dengan fisika? Apa yang salah dengan materi yang Ayah ajarkan? Apakah ini membuat kalian tidak menyukai fisika? Ataukah karena Ayah yang mengajarnya kurang kreatif? Ataukah karena tidak ada makna dalam pembelajaran fisika? Pertanyaan itu yang bertubi-tubi menghantui pikiran ku, ingin rasanya memiliki kelas yang sebagian besar dihabiskan untuk mengupas makna makna yang tersirat dalam pelajaran fisika. Ini adalah sedikit tulisan tentang makna kehidupan yang ada dalam fisika, yang penulis ajarkan kepada anak-anak dikelas, yang setidaknya membuat mereka mulai menggandrungi fisika. Akhirnya sebagian besar anak-anakku memanggilku “Pak Smile, motivator dan inspirator”, sebuah kesenangan yang tidak terbayarkan tentunya bagi penulis.

Entahmau cerita darimana, intinya inilah curahan hati saya sebagai seorang guru SMK. Sebuah bentuk keprihatinan guru ketika melihat pelajaran hanya diajarkan sekedar materi keduniaannya saja, yang sedikit menyentuh sisi kemanusiaannya. Kurikulum yang terbaru mendorong guru untuk memunculkan pendidikan karakter, pendidikan yang juga membentuk sisi kemanusiaan pada diri anak didik. Semoga lewat tulisan ini, apa yang penulis sampaikan sedikit menuntaskan rasa kekecewaan akan materi fisika yang terlalu rumit. Semoga ada hikmah yang bisa kita petik melalui tadabur kita semua kepada alam ini, alam yang begitu indah ketika kita menyingkirkan sejenak rumus-rumuskaku yang ada di benak diri kita. Ok, langsung aja kali ini, kita akan belajar mengenai Relativitas Einstein terutama mengenai dilatasi waktu.

Jika ada sebuah obyek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka rumusan Newton sudah tidak berlaku di situ. Melainkan rumusan Einstein-lah yang bekerja. Benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan memiliki umur yang lebih muda dibandingkan dengan benda yang hanya diam saja. Ini terjadi karena waktu akan melambat dalam ruang orang yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Bukankah ini pelajaran bisa kita petik dari pelajaran mengenai waktu? Karena diam itu menipu, diam itu akan memperlemah indera yang kita miliki, memang dengan diam kita tidak pernah merasakan terjatuh, kita tak pernah merasakan apa itu rasa sakit, yang ada hanyalah keadaan statis tanpa makna. Memang dengan diam kita tidak mengeluarkan energi, tapi pada hakikatnya kita sedang menjadi bom bagi diri kita sendiri.

Lihat saja elektron yang ada di atom, makhluk sekecil itu saja bergerak terus-menerus. Apa jadinya kalau dia diam? Tubuh ini akan hancur, karena tubuh kita adalah bagian dari atom. Merenung dan berdiam diri boleh-boleh saja, asalkan jangan terlalu lama. Evaluasi diri muncul dari perenungan. Lihatlah jantung kita apakah pernah dia lelah untuk berdetak? Lihatlah nafas kita, apakah dia pernah lelah bernafas? Lihat bagaimana alam mengajari kita tentang arti makna dalam sebuah gerak. Sumber pembelajaran itu justru ada di dalam diri kita sendiri, tapi apakah pernah kita memikirkan itu semua?

(Yaitu) orang-orang yang berdzikir mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran: 191).

Lihat bagaimana Al Qur’an memberi petunjuk kita dalam menjalani hidup ini. Dengan memperhatikan apa yang ada di langit dan bumi (termasuk badan kita), kita dapat mengambil hikmah dari pergerakan yang ada di diri ini. Kalau mau ditelisik lebih jauh, lihatlah muamalah dalam ibadah. Bukankah hampir semua ibadah melalui pergerakan. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa pergerakan menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan, serta menjadi eksistensi individu. Masihkah kita hanya berdiam diri melihat masalah yang mendera kita? Masihkah kita hanya bersikap pasrah yang pasif? Bergeraklah menuju kepasrahan yang aktif, bukan kepasrahan yang pasif. Nah, lewat teori relativitas ini kita diajari untuk menjadi manusia yang senantiasa muda, karena pergerakannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan sekitarnya.

Penulis jadi teringat akan besaran dalam fisika yaitu skalar dan vektor. Skalar merupakan besaran yang mempunyai besar saja, sedangkan vektor mempunyai besar dan arah. Kiranya ini tepat untuk menggambarkan orang orang yang pernah penulis temui. Mereka mereka yang mempunyai motivasi kurang, tidak punya visi ke depan penulis analogikan sebagai besaran skalar. Kenapa bisa demikian?Mari kita telisik lebih jauh.

Manusia dilahirkan dengan membawa potensi yang luar biasa, tetapi kenapa mereka merasa tidak bisa menghadapi masalah-masalah yang sedang menghampiri mereka dan akhirnya menjadi malas. Menurut orang-orang psikologi, malas dikarenakan mereka tidak punya tujuan hidup yang jelas jadi mereka kebingungan dalam menetukkan langkah hidup mereka. Jadi orang-orang ini mempunyai potensi (kuantitas besar) tetapi tidak mempunyai tujuan (arah) hidup. Kalau kita bandingkan dengan besaran skalar, maka orang orang bertipe ini masuk dalam besaran skalar, besaran yang punya nilai (potensi) tetapi tidak mempunyai arah (tujuan hidup).

Sebaliknya, orang yang sadar dirinya dibekali potensi dari Tuhan kemudian menggunakan potensi itu untuk mewujudkan mimpinya. Itulah orang-orang vektor, orang yang memiliki potensi dan mempunyai tujuan hidup yang jelas. Dalam hati penulis bergumam, “jadilah vektor, jangan skalar”.

Ada suatu kejadian yang sangat berkesan saat mengajar materi tekanan. Saat itulah anak-anak mulai menyeletuk “Pak Wakhyudi Golden Way”, mungkin sekedar kalimat spontan karena makna kehidupan yang penulis ajarkan kepada anak-anak yang sama sekali mereka tidak menyangka bahwa alam juga mengajari mereka arti kearifan, “TEKANAN, SEBUAH BENTUK KEARIFAN ALAM”.

p-sama-dengan-f-per-a

P = Tekanan
F = Gaya (Dorongan/Tarikan)
A = Luas Penampang

Rumus di atas adalah merupakan hukum yang mengajarkan seseorang untuk berlapang dada. Dan persamaan di atas merupakan informasi yang dapat digunakan oleh orang-orang yang sedang bersedih karena cobaan yang begitu berat. Seorang Pak Tua yang bijak bestari pernah mengajak seorang pemuda yang sedang mengalami stress. Ia mengajak sang pemuda menuju ke tepian sungai, mencoba merenungi pelajaran yang diberikan oleh alam.

Pak Tua : Nak, cobalah kau ambilkan gelas dan garam yang ada di tas ku.
Pemuda tersebut akhirnya mengambilkan apa yang dipesankan oleh sang Bijak bestari.
Pak Tua : Cobalah kau ambil air sungai itu, dan masukan airnya ke dalam gelas tersebut, kemudian isikan garam sebanyak dua sendok ke dalam gelas, kemudian minum.
Pemuda itupun mengikuti apa yang disuruh oleh sang Bijak bestari.
Pak Tua : Apa yang kau rasakan anak muda?
Pemuda : Asin, Pak Tua.
Pak Tua : Cobalah kau tebarkan garam yang tersisa (satu kg) ke dalam sungai, dan rasakan air sungai tersebut.
Pemuda : Tawar, Pak Tua.
Pak Tua : Apakah kamu merasakan garam dalam air sungai itu? Dapatkah kau ambil pelajaran dari kejadian ini?

Tekanan (P) dalam hidup akan terasa ringan ketika cobaan (F) yang datang kepadamu, kamu hadapi dengan hati (A) yang lapang. Namun cobaan akan terasa berat ketika menghadapi masalah, bekal kita adalah hati yang sempit (A kecil). Itu artinya tekanan, ada untuk membuat hatimu selalu hidup (dengan memberikan reaksi terhadap cobaan). Seandainya tidak ada tekanan kita tidak akan pernah merasakan hati yang lapang, tentunya setelah kita paham akan konsekuensi dari hukum tekanan yang ada dalam fisika.

Setelah penulis menyampaikan materi ini, seisi kelas bertepuk tangan. Alangkah indahnya jika pelajaran selalu berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan, yang bisa membentuk kepribadian anak-anak menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang tak menentu ini.