SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan

Loading

Materi ASJ : Menerapkan Sistem Operasi Jaringan (Bagian 2)

Mata Pelajaran : Administrasi Sistem Jaringan
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Tingkat / Semester : XI (Sebelas) / Ganjil
Guru Pengampu : Rudi Akbar Saragih

3.1.2. Menentukan Spesifikasi Hardware Server

Analisa perlu dilakukan untuk mengetahui server seperti apa yang akan dibangun. Penentuan kebutuhan akan sistem operasi jaringan dapat diketahui dengan memahami user yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang dipilih diharapkan merupakan sistem yang mampu menjalankan semua kebutuhan aplikasi yang diinginkan oleh user, termasuk didalamnya perangkat keras yang mendukung untuk menjalankan hal tersebut. Kecocokan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada dalam sistem komputer ini biasa dikenal dengan istilah kompatibilitas.

Sistem operasi yang dipilih nantinya haruslah sistem operasi yang kompatibel dengan berbagai aplikasi yang ada didalamnya. Ini dapat dilakukan melalui identifikasi berbagai kebutuhan aplikasi dari user. Jika akan digunakan dalam jaringan, identifikasi juga kompatibilitasnya dengan sistem operasi lainnya. Kompatibilitas ini dapat diketahui melalui tipe jaringan yang digunakan. Jaringan Linux mampu menghubungkan berbagai distro linux termasuk juga dari berbagai versi dari sistem operasi Windows dan Mac OS.

Berikut merupakan panduan yang dapat digunakan untuk menentukan sistem operasi terbaik untuk perangkat server sesuai kebutuhan user :

  • Apakah ada kebutuhan pengolahan data dengan aplikasi khusus? Bila ada maka penentuan sistem operasi dapat dilihat berdasarkan aplikasi khusus tersebut.
  • Apakah aplikasi-aplikasi tersebut mendukung lingkungan multi user atau user tunggal? Ini dapat menentukan apakah akan diinstall di komputer server atau klient. Selain itu ini dapat digunakan untuk menentukan bagian mana dari pengolahan data nanti yang bisa disimpan di server.
  • Apakah ada data (file) yang dibagi dalam jaringan? Jika ada, maka sebaiknya menggunakan sistem operasi jaringan yang mampu menjaga kompatibilitas format datanya.

Hasil dari semua analisa kebutuhan selanjutnya dibuatkan dokumentasi yaitu dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak server. Dokumen ini hendaknya dibuat sejelas mungkin agar pada saat implementasi semua kebutuhan user dapat terpenuhi.

 

Tugas ASJ-P-Tr-02

  1. Apa yang dimaksud dengan kebutuhan dalam kaitannya dengan analisa kebutuhan perangkat lunak server?
  2. Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk dapat mengetahui kebutuhan perangkat lunak server?
  3. Mengapa diperlukan analisa kebutuhan dalam menentukan kebutuhan server?

Tugas ASJ-K-Pr-02

Buatlah daftar aplikasi server dengan sistem operasi Debian yang diperlukan untuk kebutuhan klien berikut.

Kebutuhan User

Jenis Aplikasi Server

Nama Aplikasi Server

Akses internetProxy ServerSquid
Server untuk berbagi dokumen/fileFTP Server
Akses domain lokalDNS Server
Pengalamatan otomatisDHCP Server
Jejaring sosial lokalWebmail Server
Pembelajaran online lokalWeb Server
Komunikasi tekstualMail Server
Komunikasi audio/videoVideo Chat Server

[button color=”green” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” link=”http://smkm11tapteng.sch.id/wp-content/uploads/2018/07/ASJ_3.1.2.pdf” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh/Download Materi ASJ_3.1.2[/button]

Pelatihan Berbasis Kompetensi – Juli 2018

Dokumentasi kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk persiapan peserta didik yang akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) sebagai bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) tingkat XII (Dua Belas) periode Juli – November 2018, yang dilaksanakan di SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan Kabupaten Tapanuli Tengah tanggal 18 s.d. 25 Juli 2018.

Materi KJD : 1. K3LH

Mata Pelajaran : Komputer dan Jaringan Dasar (KJD)
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Tingkat / Semester : X (Sepuluh) / Ganjil
Guru Pengampu : Rudi Akbar Saragih

3.1. Menerapkan K3LH disesuaikan dengan lingkungan kerja

K3LH merupakan singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. Keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Serta sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat, dan kematian sebagai akibat dari kecelakaan kerja.

Dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Yang diatur dalam Undang-Undang ini adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Negara Republik Indonesia.

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah :

  • Melindungi para pekerja dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat kecerobohan pekerja/siswa.
  • Memelihara kesehatan para pekerja/siswa untuk memperoleh hasil pekerjaan yang optimal.
  • Mengurangi angka sakit/angka kematian diantara pekerja.
  • Mencegah timbulnya penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh sesama kerja.
  • Membina dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental.
  • Menjamin keselamatan setiap orang yang berada ditempat kerja.
  • Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan atau disiapkan oleh perusahaan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja, antara lain :

  • Pada setiap laboratorium atau bengkel atau ruangan dibuatkan tata tertib.
  • Setiap alat yang dioperasikan dengan menggunakan mesin dibuatkan instruksi kerjanya.
  • Pada setiap ruangan dibuatkan poster‑poster keselamatan kerja dan label‑label yang menunjukkan bahaya kecelakaan yang mungkin saja terjadi di lokasi tersebut.
  • Bahan‑bahan berbahaya seperti bahan kimia, fungisida, bakterisida, rodentisida, herbisida, insektisida, pupuk anorganik dan sebagainya, diberikan label dan tanda dengan menggunakan lambang atau tulisan peringatan pada wadah.

Gambar di atas menunjukkan gangguan-gangguan yang dapat terjadi ketika bekerja menggunakan komputer. Untuk menghindari gangguan-gangguan tersebut, pekerja/siswa harus menerapkan prinsip-prinsip ergonomi, dengan memperhatikan pengaturan tempat kerja, penggunaan kursi, penggunaan keyboard dan mouse, pengaturan monitor, dan istirahat sejenak (break).

1. Sikap ketika memegang mouse

2. Sikap ketika menatap monitor

  • Letakkan monitor dan keyboard tepat di depan pekerja atau siswa.
  • Tinggi monitor diatur sedikit di bawah mata kita, monitor yang terlalu tinggi atau rendah akan menyebabkan nyeri pada leher dan pundak.
  • Jarak antara monitor dengan pekerja sepanjang tangan kita (45-50 cm), posisi monitor yang terlalu dekat dapat menyebabkan mata cepat lelah.
  • Sudut monitor mengarah ke mata untuk menghindari sinar lampu yang silau.
  • Apabila menggunakan kacamata baca (bifocal, progresive), turunkan monitor lebih rendah. Mengarahkan kepala ke atas bagi pengguna kacamata baca bifocal atau progressive dapat menyebabkan nyeri pada leher.
  • Apabila menyalin dokumen, letakkan dokumen tersebut di dekat monitor/di bawah monitor, untuk mengurangi nyeri dileher karena terlalu banyak menoleh.

3. Sikap ketika menggunakan keyboard

4. Sikap badan ketika menggunakan laptop

5. Istirahat sejenak (break)

  • Peregangan tangan/lengan bawah

Turunkan lengan dan goyang-goyangkan.

Duduk di kursi, siku di atas dan kedua telapak tangan bertemu, naikkan kedua telapak tangan secara perlahan-lahan, ulangi sampai merasa terjadi peregangan.

Duduk di kursi, siku di atas dan kedua telapak tangan bertemu, naikkan kedua telapak tangan secara perlahan-lahan, ulangi sampai merasa terjadi peregangan.

  • Peregangan bahu/lengan

Tarik salah satu lengan ke dada ke arah bahu yang berlawanan. Dengan tangan lainnya tarik perlahan-lahan menuju ke badan sampai terasa peregangan. Tahan posisi ini selama 7-10 menit. Lakukan secara bergantian dengan lengan lainnya.

Kepala rileks menghadap ke depan, Tekan bahu perlahan-lahan dan naikkan ke atas (ke arah telinga), tahan selama 1-2 detik (Posisi A). Regangkan bahu dengan menurunkan lengan, posisi jari mengarah ke bawah. Ulangi dari posisi A ke posisi B.

Letakkan kedua tangan di belakang kepala, regangkan ke belakang perlahan-lahan, sampai pungung sedikit melengkung. Tahan selama 6-10 detik, dan berhenti sejenak selama 5-10 detik dan ulangi.

  • Peregangan punggung atas

Rentangkan kedua tangan lurus di depan dada setinggi bahu, kunci telapak tangan menghadap ke luar tubuh. Jaga postur tubuh tegak menghadap ke depan sampai punggung dan bahu atas merasa ada peregangan, tahan selama 5-10 detik. Angkat dan regangkan kedua lengan keatas, tetap pertahankan posisi lengan lurus dan kedua tangan terkunci. Jaga perut ketat agar punggung belakang tidak menekuk. Bernafas normal dan tahan sampai 10 detik.

  • Peregangan leher

Duduk tegak dengan dagu lurus. Perlahan lahan tekuk kepada ke arah bahu sampai terasa peregangan. Tahan selama 5 detik, ulangi dengan ke arah lainnya.

  • Pengistirahatan mata

Bekerja di depan monitor terus-menerus akan membuat mata cepat lelah. Untuk menghindarinya dapat dilakukan dengan metode 20-20-20. Setelah di depan fokus monitor selama 20 menit, alihkan padangan mata ke obyek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

 

Jenis-jenis kecelakaan kerja yang mungkin terjadi :

  1. Luka bakar dan air panas
  2. Keracunan
  3. Kejutan /Shock
  4. Luka kecil/lecet dan memar
  5. Luka terkena gunting/benda tajam
  6. Tangan tertusuk jarum
  7. Cidera mata
  8. Kecelakaan listrik
  9. Pendarahan

Lambang (Logo/Simbol) K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) beserta arti dan maknanya, yakni :
1. Bentuk lambang K3: palang dilingkari roda bergigi sebelas berwarna hijau di atas warna dasar putih.
2. Arti dan Makna simbol/lambang/logo K3 :

  • Palang : bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).
  • Roda Gigi : bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.
  • Warna Putih : bersih dan suci.
  • Warna Hijau : selamat, sehat dan sejahtera.
  • Sebelas gerigi roda : sebelas bab dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Tugas KJD-P-Tr-01

  1. Sebutkan pengertian Dari KL3LH.
  2. Jelaskan UU yang mengatur K3LH.
  3. Sebutkan Kegiatan yang melanggar K3LH.
  4. Sebutkan contoh kecelakaan kerja.

Tugas KJD-K-Pr-01

  1. Posisikan Komputer sesuai dengan K3LH.
  2. Duduk dan gunakan Komputer sesuai dengan Ergonomi.

Materi ASJ : Menerapkan Sistem Operasi Jaringan (Bagian 1)

Mata Pelajaran : Administrasi Sistem Jaringan
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Tingkat / Semester : XI (Sebelas) / Ganjil
Guru Pengampu : Rudi Akbar Saragih

3.1.1. Menjelaskan Sistem Operasi Jaringan

A. Sistem Operasi (Operating System)

Sistem operasi merupakan sebuah program yang mengendalikan semua fungsi yang ada pada komputer. Sistem operasi menjadi basis landasan pengembangan aplikasi untuk user (pengguna). Secara umum semua sistem operasi memiliki empat fungsi berikut:

  1. Pengendalian Perangkat Keras

Akses terhadap berbagai perangkat keras yang terhubung pada komputer disediakan oleh sistem operasi melalui suatu aplikasi yang dikenal dengan istilah driver. Setiap driver dibuat untuk mengendalikan satu perangkat keras. Instalasi aplikasi driver ini dilakukan sendiri sistem operasi pada saat instalasi ataupun waktu perangkat keras dihubungkan ke komputer. Mekanisme instalasi secara otomatis saat perangkat dihubungkan ini dikenal dengan istilah Plug and Play (PnP).

  1. Pengelolaan File dan Folder

Hal ini dimungkinkan oleh sistem operasi karena pada saat instalasi sistem operasi ada proses format untuk harddisk. Melalui proses tersebut ruang harddisk akan ditata sedemikian rupa sehingga memiliki blok-blok tertentu untuk menyimpan file. Proses ini mirip seperti penempatan rak-rak pada ruangan kosong untuk diisi buku-buku nantinya. Sebuah file adalah kumpulan blok yang saling terkait dan memiliki sebuah nama. Folder merupakan sebuah penampung yang dapat berisi file-file ataupun sub-folder lainnya. Setiap file-file yang terkait dengan program komputer ditempatkan dalam folder tersendiri untuk memudahkan pencarian file.

  1. Manajemen Interaksi

User dapat menggunakan komputer melalui aplikasi yang ada (terinstall) di komputer. Setiap aplikasi menyediakan interface untuk menerima interaksi yang mungkin dari user. Terdapat dua jenis interface yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan user, yakni:

  • Command Line Interface (CLI). Interaksi user dengan sistem dilakukan dengan mengetikkan serangkaian kalimat perintah untuk dikerjakan oleh komputer.
  • Graphical User Interface (GUI). Disini interaksi user dilakukan melalui sekumpulan menu dan icon yang dapat dipilih oleh user untuk memberikan berbagai perintah ke komputer.
  1. Manajemen Aplikasi

Setiap aplikasi yang dijalankan oleh sistem operasi dengan mencari lokasi file program tersebut dan memindahkan isinya ke memori untuk kemudian mengirimkan setiap perintah pada file tersebut untuk dijalankan oleh komputer. Aplikasi user disini merupakan aplikasi yang digunakan oleh user untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Fungsi manajemen pada aplikasi user ini dapat meliputi:

  • Install, proses menempatkan file-file program pada sistem komputer termasuk konfigurasi program tersebut.
  • Uninstall, proses untuk menghapus file-file program beserta konfigurasi dari komputer.
  • Update/Upgrade, proses untuk memperbarui file-file dari program yang telah terinstall.

Selain memiliki fungsi-fungi manajemen di atas, sistem operasi modern juga dapat memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Multi user – dua atau lebih user dapat bekerja sama untuk saling berbagi pakai penggunaan aplikasi dan sumber daya seperti printer pada waktu yang bersamaan.
  • Multi tasking – sistem operasi dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user.
  • Multi processing – sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU (Central Processing Unit).
  • Multi threading – setiap program dapat dipecah ke dalam thread-thread untuk kemudian dapat dijalankan secara terpisah (pararel) oleh sistem operasi. Kemampuan ini juga termasuk bagian dari multi tasking pada aplikasi.

Berdasarkan jumlah bit-nya, sistem operasi dibagi menjadi dua macam, sistem operasi 32-bit dan sistem operasi 64-bit. Terdapat dua perbedaan antara sistem operasi 32-bit dan 64-bit.

  • Sistem operasi 32-bit hanya mampu menerima RAM maksimal 3 GB, sedangkan sistem operasi 64-bit mampu menggunakan lebih dari 128 GB RAM.
  • Manajemen memori dari sistem 64-bit juga lebih baik, sehingga mampu menjalankan proses pada aplikasi lebih cepat.

Dilihat dari penggunaannya sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni:

  • Sistem operasi desktop, yang banyak digunakan di kantor-kantor, Small Office/Home Office (SOHO), dengan jumlah user yang sedikit.
  • Sistem operasi jaringan, Network Operating System (NOS), didesain untuk dapat melayani user dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan dan banyak digunakan pada perusahaan berskala besar.

Berdasarkan metode pengembangannya, system operasi dibagi atas dua jenis, yaitu :

  • Sistem Operasi Close Source (Proprietari) Sistem operasi proprietari merupakan sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, perkumpulan ataupun perusahaan. Sistem operasi yang tergolong proprietari ini adalah Windows dan Mac Os.
  • Sistem Operasi Open Source (Terbuka) Sistem Operasi Terbuka merupakan sistem operasi yang kode programnya dibuka untuk umum sehingga dapat dikembangkan oleh yang lainnya. Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan nama distro.

B. Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System/Workstation)

Sistem operasi jaringan adalah pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (Web, FTP, DNS, dan lain-lain) untuk memudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer.

Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone. Bedanya, pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya.

  • Komputer Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan.
  • Komputer Client (klien) adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.

Sistem operasi jaringan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Mendukung penggunaan oleh lebih dari satu user.
  • Menjalankan aplikasi yang mampu digunakan oleh lebih dari satu user.
  • Stabil (robust), dimana kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program. Robustness adalah istilah untuk menunjukkan kemampuan suatu sistem komputer menangani masalah yang terjadi selama digunakan oleh user.
  • Memiliki tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop.

Berikut ini adalah beberapa sistem operasi jaringan yang banyak digunakan saat ini:

  • UNIX/Linux, ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini, contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah Red Hat, Caldera, SuSE, Debian, Fedora, Ubuntu dan Slackware.
  • Novell Netware, di tahun 1980-an, ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhi semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal.
  • Microsoft Windows, masih dari perusahaan yang sama, Microsoft juga mengeluarkan Windows Server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah Windows Server 2000, hingga yang terakhir Windows Server 2016.

 

Tugas ASJ-P-Tr-01

  1. Apa yang dimaksud dengan sistem operasi jaringan?
  2. Sebutkan sistem operasi jaringan yang diketahui?
  3. Apa perbedaan antara sistem operasi jaringan dengan sistem operasi umumnya?
  4. Apakah kelebihan dan kekurangan menggunakan sistem operasi terbuka (open source) dibandingkan tertutup (proprietary)?
  5. Jelaskan kemungkinan aplikasi user untuk berjalan langsung tanpa melalui sistem operasi?

Tugas ASJ-K-Pr-01

Buatlah timeline (lini masa) sejarah perkembangan sistem operasi Linux dari awal hingga tahun sekarang ini? Gunakan distribusi Linux yang masuk 20 daftar distro populer 6 bulan terakhir di situs www.distrowatch.com.

[button color=”green” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” link=”http://smkm11tapteng.sch.id/wp-content/uploads/2018/07/ASJ_3.1.1.pdf” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh/Download Materi ASJ_3.1.1[/button]

Haedar Nashir : Beruswah Khasanah dalam Mendidik Anak

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Ahad (8/7) menghadiri peresmian gedung dakwah Muhammadiyah Pemalang.

Dalam tausyiahnya Haedar menyampaikan bahwa ada tiga hal yang akan menjadi amal bagi manusia yang tidak pernah terputus hingga Ia meninggal, yakni bersedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan.

Berkaitan dengan makna dari anak sholeh yang mendoakan, Haedar menuturkan bahwa perilaku anak dibangun dari keluarga.

Anak adalah permata hati dan tunas generasi yang akan menyambung jejak amal setiap orangtua. Kita perlu beruswah-khasanah dalam mendidik anak agar tumbuh jadi insan yang dewasa, cerdas, dan   berakhlak utama,” jelas Haedar.

Haedar menuturkan bahwa anak harus didik dengan cinta dan tanggungjawab yang mengandung nilai-nilai penuh makna, bukan dengan pola asuh penuh ancaman dan  kekerasan.

Anak-anak di manapun perlu keteladanan, mereka akan mewarisi pola orangtuanya laksana buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” imbuh Haedar.

Selain itu, memasuki perkembangan teknologi digital, Haedar berharap orangtua tidak melepas pengawasan dari pola tingkah anak dalam menggunakan teknologi digital.

Orangtua harus turut mengawasi perilaku anak ketika menggunakan alat teknologi digital, jangan sampai teknologi mengubah perilaku anak kea rah yang negatif, maka itu pengawasan dibutuhkan,” tegas Haedar.

Selepas menghadiri peresmian, Haedar turut hadir dalam silaturahim bersam jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang. Dalam kesempatan tersebut Haedar turut menyampaikan pesan kepada para pimpinan Muhammadiyah Pemalang untuk terus menghidupkan gerak dakwah.

Gerak dakwah Muhammadiyah harus terus hidup di Pemalang,” tutur Haedar.

Dalam berdakwah, Muhammadiyah  jangan hanya menjadi obyek, Muhammadiyah harus menjadi pelaku untuk berbuat.

Karena dakwah Muhammadiyah itu menyebarkan kebaikan, dan mencegah kemunkaran, jika tidak kita, siapa lagi,” jelas Haedar.

Diakhir, Haedar juga berpesan keapda para pimpinan untuk mempunyai ghirah dalam memimpin.

Para pimpinan harus miliki rasa ghirah dalam membangun organisasi, legowo dan mampu menerima masukan,” pungkas Haedar.

Ahmad Dahlan : Ideolog Islam Berkemajuan

Ahmad Dahlan merupakan pencetus pertama Ideologi Islam Berkemajuan. Hal ini dapat ditemukan pada statute Muhammadiyah pertama kali tahun 1912. Dalam frasa tujuan Muhammadiyah tercantum kata “memajukan” yaitu, “..Memajoekan hal Igama kepada anggauta-anggautanya” Menurut Haedar Nashir, (2011) Kyai Dahlan, seringkali mengungkapkan pentingnya berkemajuan. Menururtnya, KH. Ahmad Dahlan, sering menyebut agar menjadi Kyai yang maju.
Selain itu, lanjut Nashir mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk watak Islam Berkemajuan KH. Ahmad Dahlan yakni pikiran-pikiran dan langkah-langkah dalam meluruskan kiblat sampai mendirikan lembaga-lembaga pendidikan Islam dan pranata amaliah sosial yang bersifat modern. Bukti lain mendukung argumentasi bahwa Islam Berkemajuan sudah menjadi diskursus awal Muhammadiyah (era K.H. Ahmad Dahlan) adalah termaktubnya dalam suara Muhammadiyah awal tahun I nomor 2 halam 29 dalam huruf yang berbahasa jawa yang berarti, “..Karena menurut tuntunanan agama kita Islam, serta sesuai dengan kemauan zaman kemajuan”.
Islam Berkemajuan pada Muhammadiyah di masa KH. Ahmad Dahlan merupakan penerjemahan Islam atau obyektivikasi ajaran Islam dalam bentuk gerakan pencerahan, pemajuan, serta percerdasan kehidupan umat Islam. Asep Purnama Bahtiar (2011) menuliskan bahwa pada diri KH. Ahmad Dahlan, ideologi kemajuan itu menjadi modus penerjemahan nilai-nilai Islam atau obyektifikasi ajaran Islam ke dalam bentuk agenda pencerahan, pemajuan, dan pencerdasan kehidupan umat serta kerja-kerja kemanusiaan lainnya yang inklusif. Alam pikiran modern yang dibangun dalam Persyarikatan dengan nilai-nilai prinsipil yang dipegang kukuh. Dalam prinsip menghasilkan tradisi tindakan dan etos kerja sebagai wujud riil dan amal saleh dari ajaran Islam. Risalah pergerakan Muhammadiyah sumbunya adalah ideologi kemajuan atau Islam yang berkemajuan.
Watak ideologi Islam Berkemajuan Muhammmadiyah awal (KH. Ahmad Dahlan) berwatak inklusif. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ahmad Nur Fuad dalam penelitiaanya. Menurutnya, KH. Ahmad Dahlan dalam memahami agama bersikap terbuka dan toleran. Lanjut Nur Fuad mengatakan, KH. Ahmad Dahlan menghargai kenyataan bahwa bahwa pemikiran keagamaan tidaklah tunggal. Pemahaman terhadap keagamaan sangat beragam. Bukti keterbukaan KH. Ahmad Dahlan dapat dilihat dalam catatan dari muridnya K.R.H. Hajid sebagai berikut:
Orang yang mencari barang yang hak kebenaran itu perumpamaanya demikian: seumpama ada pertemuan antara orang Islam dan orang Kristen, yang beragama Islam Kitab Suci al-Quran dan beragama Kristen membawa Kitab Bybel, kemudian kedua kitab suci itu diletakkan di atas meja. Kemudian kedua orang tadi mengosongkan hatinya kembali kosong sebagaimana asal manusia tidak berkeyakinan apapun. Seterusnya bersama-sama mencari kebenaran, mencari tanda bukti yang menunjukkan kebenaran. Lagi pula pembicaraanya dengan baik, tidak ada kata kalah dan menang. Begitu seterusnya. Demikianlah kalau memang semua itu membutuhkan kebenaran. Akan tetapi sebagian besar dari manusia hanya menurut anggapan-anggapan saja, diputuskan sendiri. Mana kebiasaan yang milikinya dianggap benar dan menolak mentah-mentah terhadap lainnya yang bertentangan dengan miliknya.
Bagi KH. Ahmad Dahlan dalam memahami agama tidak boleh doktrinal atau berdasarkan asumsi semata tanpa argumentasi. Bagi KH. Ahmad Dahlan, sebuah keyakinan  tidak berangkat dari meyakini baru kemudian membangun argumentasi. Akan tetapi dalam menemukan keyakinan berangkat dari argumentasi. Argumentasi menjadi landasan menemukan keyakinan.
Dengan demikian, dalam menyusun argumentasi di sinilah pentingnya penggunaan akal. Sehingga bagi KH. Ahmad Dahlan, akal menjadi hal sangat penting dalam memahami ajaran agama. Al-quran dan Hadis, perlu ditelaah secara seksama dengan akal. Dalam tulisannya, Tali Pengiket Hidoep Manoesia, KH. Ahmad Dahlan membicarakan secara spesifik perihal watak, pendidikan, serta kesempurnaan akal.
Watak dasar dari akal bagi KH. Ahmad Dahlan adalah menerima pengetahuan dan memang pengetahuan itu menjadi kebutuhan dari akal. Perihal watak dasar akal, KH Ahmad Dahlan, mengumpamakan sebagai sebuah biji yang tertanam dalam bumi kemudian tumbuh menjadi pohon yang besar. Untuk tumbuh menjadi besar biji tersebut perlu untuk disirami. Begitupun akal agar dapat tumbuh dari potensialitas menuju aktual perlu disirami dengan pengetahuan.
Sedang untuk pendidikan akal, perlu diberikan ilmu mantiq (logika) “Sehabis habisnja pendidikannja akal, itoelah dengan ilmoe mantiq…” demikian menurut K.H Ahmad Dahlan yang tertulis dalam Tali Pengiket Hidoep Manoesia. Mantiq atau logika adalah ilmu yang mengajarkan perihal tata cara membangun proposisi dan argumentasi yang benar. Atau dalam pengertian yang biasa digunakan logika (mantiq) merupakan ilmu yang mengajarkan tata cara berpikir yang benar.
Perhatian khusus pada akal dalam memahami ajaran agama Islam oleh KH. Ahmad Dahlan, merupakan salah satu pondasi utama Islam Berkemajuan yang kemudian dirankum dengan istilah rasionalisme. Bila merujuk pada penelitian pustaka dan dokumen yang dilakukan oleh Hamzah.F (2016), tekait dasar pemikiran Islam Berkemajuan Muhammadiyah 1912-1923 (kurun hidup KH. Ahmad Dahlan). Menurutnya, ada tiga peta dasar Islam Berkemajuan yakni: Rasionalisme; Pragmatisme; dan Vernakularisasi.
Rasionalisme merupakan etos dasar Islam Berkemajuan yang terekspresikan secara menonjol dalam bentuk ijtihad. Rasionalisme adalah menegakkan kembali peran dan fungsi akal secara bebas dalam berijtihad. Untuk lebih lengkapnya ihwal ijtihad menurut Hamzah.
Dasar Islam Berkemajuan KH. Ahmad Dahlan yang kedua menurut Hamzah. F adalah pragmatisme. Pragmatisme di sini merujuk pada makna aslinya yakni sesuatu harus fungsional. Dengan demikian, Islam Berkemajuan adalah Islam harus terlibat dalam penyelesaian problem umat seperti kebodohan, kemiskinan, kekolotan dalam hal ini segala bentuk keterbelakangan.
Hal yang paling nyata atau konkrit pragmatisme dalam Muhammadiyah yakni KH. Ahmad Dahlan mendorong lahirnya sekolah-sekolah klasikal yang memadukan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Langkah ini, setidaknya merupakan kritik secara tidak langsung kepada model sekolah tradisional (pesantren) yang tidak terbuka kepada pengetahuan non agama. Sebab pengetahuan non agama cenderung dianggap kafir pada saat era KH Ahmad Dahlan. Sisi lain, kritik terhadap sekolah klasikal model kolonial yang minus pengetahuan agama. Sebab pengetahuan agama hal tidak penting dipelajari dalam sekolah.
Vernakularisasi merupakan ciri yang ketiga dasar Islam Berkamajuan Muhammadiyah awal. Vernakularisasi adalah upaya KH. Ahmad Dahlan mengkontekstualisasikan Islam dengan kebudayaan. Anggapan bahwa Muhamamadiyah merupakan gerakan Islam yang memberangus kebudayaan memestikan untuk ditinjau kembali. Mengutip Mitsuo Nakamura (peniliti Muhammadiyah) membantah bahwa Muhammadiyah dalam kasus pembaharuan di Jawa, bukan berjuang untuk melakukan eksklusi terhadap tradisi yang telah ada dan dilakonkan dalam masyarakat lokal.
Ahmad Najib Burhani mengemukakan bentuk Vernakularisasi KH. Ahmad Dahlan. Di antara bentuk tersebut: Pertama, aturan perilaku yakni di mana KH. Ahmad Dahlan sangat menghormati tata perilaku abdi dalem. KH. Ahmad Dahlan sowan ke Keraton untuk menemui Sultan dalam hal penentuan Ramadan dengan metode hisab.
Kedua, bahasa. KH. Ahmad Dahlan menganjurkan untuk melakukan penerjemahan al-Quran ke dalam bahasa selain bahasa Arab. KH. Ahmad Dahlan mengambil posisi di antara perdebatan perihal penerjemahan tersebut. Ketiga, busana.Dalam hal berpakaian tokoh Muhammadiyah memadukan berbagai model. Tokoh-tokoh Muhammadiyah memadukan blangkon dengan jas eropa.
Vernakularisasi Muhammadiyah bukanlah sinkritisme akan tetapi upaya meminjam tradisi yang hidup dalam rangka mentransformasikan kesadaran agama. Vernakularisasi adalah upaya rasionalisasi dan transformasi budaya. Setiap budaya harus ditempatkan dalam posisinya sebagai budaya. Budaya tetap perlu dipraktikkan sejauh tidak menyimpang dari akidah Islam. Selain itu, selama budaya tidak menciptakan beban sosial bagi yang melakukannya.

Dakwah Muhammadiyah di Era Big Data

Without big data, you are blind and deaf in the middle of a freeway.” —Geoffrey Moore

Menurut pakar manajemen terkemuka asal Amerika Serikat, Geoffrey Moore, mustahil bagi sebuah perusahaan atau organisasi besar bisa bertahan dan berkembang tanpa kesadaran untuk mengelola ‘big data’. Tanpa itu, menurut Moore, kita seperti berkendara di tengah jalan tol dalam keadaan buta dan tuli. Barangkali kita bisa terus berjalan memacu kendaraan, tetapi kita hanya bisa meraba-raba saja, dan tinggal menunggu waktu untuk tabrakan atau jatuh ke jurang!

Menyadari hal itu, Muhammadiyah bergerak cepat. Sebagai organisasi modern berbasis agama terbesar di dunia, Muhammadiyah akan menjadi yang pertama memiliki pusat pengelolaan ‘big data’ yang terintegrasi dengan pusat dakwah berbasis ‘media baru’—konvergensi antara media digital dan internet. Sesuai dengan spirit ‘Islam Berkemajuan’ yang digaungkannya, Muhammadiyah akan menjadi organisasi Islam yang terdepan mengembangkan ‘integrated big data management’. Hal ini yang menjadi amanat Haedar Nashir, ketua PP Muhammadiyah, dalam rapat terbatas rencana pembentukan Pusat Manajemen Big Data dan Dakwah Digital tersebut, Kamis lalu (7/6) di Yogyakarta.

Big data’ dan ‘media baru’ adalah lisan generasi ‘zaman now’. Jika Nabi berpesan untuk berdakwah sesuai lisan kaumnya (bi lisani qaumihi), maka bisa dipahami bahwa di era ini semua lembaga dakwah perlu menguasai big data dan mengendalikan ‘narasi’ media digital agar bisa diterima sesuai dengan nafas zaman. Esensinya tidak berubah, namun eksistensinya yang berusaha mengejar bentuk dan menyesuaikan diri.

Dengan memiliki database kompleks yang merekam serta menggambarkan bulat-lonjong ‘jamaah’-nya, Muhammadiyah akan lebih leluasa dalam menentukan langkah-langkah organisasional maupun strategisnya. Terlebih jika database dalam skala besar itu bisa diolah sedemikian rupa sehingga mampu melacak peta demografi dan psikografi warga Muhammadiyah hingga ke level ranting, dikelompokkan kebutuhan-kebutuhannya, dan pada gilirannya berbagai informasi yang diperoleh secara ‘realtime’ itu dikonversi menjadi rumusan solusi yang keluar detik itu juga. Itulah kecanggihan fungsi big data.

Data mengenai ribuan sekolah dan universitas, belasan ribu amal usaha, ratusan ribu turunan program ortom, hingga jutaan kader dan jamaah, terkumpul di satu tempat dan bisa dimonitor, dianalisis, bahkan diprediksi pergerakannya-pergerakannya. Tentu semua itu akan menjadi modal besar bagi organisasi ini. Bayangkan misalnya kelak Muhammadiyah bisa merancang platform e-commercenya sendiri, mengembangkan ‘fintech’ berbasis kartu anggota Muhammadiyah yang dintegrasikan dengan sistem ‘e-money’ dengan aneka fasilitas di dalamnya, dan seturusnya.

Untuk kebutuhan dakwahnya, dengan big data ini Muhammadiyah juga bisa menentukan mulai dari isu, tema, hingga ‘timing’ sesuai kondisi jamaah yang akan disasarnya di berbagai daerah. Dengan aneka dataset yang sama, yang diolah dan dianalisis sedemikian rupa tadi, Muhammadiyah juga bisa melakukan maksimalisasi terhadap aneka potensi berbagai amal usaha yang dimilikinya. Di waktu bersamaan, big data ini juga akan berguna untuk mitigasi bencana, manajemen resiko, hingga distribusi ZIS yang dikelola organisasi ini. Menarik, bukan?

Dakwah Digital Buat Milenial

Saat ini data BPS menunjukkan bahwa jumlah penduduk berusia 15-45 tahun berkisar 40-an persen dari total populasi penduduk. Artinya, setengah dari penduduk Indonesia bisa dikategorikan sebagai generasi milenial (atau paling tidak xenial). Masuk akal jika narasi-narasi besar yang mengendalikan spirit bangsa ini adalah segala hal yang disukai milenial, dengan media sosial sebagai ruang gerak utama sekaligus medan percakapannya.

Bukan sekadar segalanya serba digital, terpenting adalah semangat yang menjadi fondasi bagi generasi zaman ini: Inovasi, kolaborasi, distribusi kuasa dan nilai (powers and values distribution). Muhammadiyah perlu menggerakkan dakwahnya dengan spirit itu, terutama dalam hal strategi, pola dan pendekatan.

Konten-konten dakwah perlu dikemas sedemikian rupa sehingga mudah diterima, didistribusikan, serta di-‘daur ulang’ oleh jamaah milenial tadi. Kata ‘daur ulang’ (recycle) menjadi penting dalam hal ini, karena konten-konten itu harus bisa menjadi ‘milik semua’ (creative common) agar memiliki daya viral yang alamiah.

Konten-konten itu tidak perlu diproduksi di satu ‘pabrik’ saja, sebab milenial pada dasarnya tidak menyukai materi-materi yang didistribusikan dari pusat kuasa yang tunggal—selain jumlahnya juga pasti akan terbatas. Mereka lebih memerlukan ‘hub of knowledge’, tempat bertemu dan meleburnya aneka gagasan dan interpretasi, di mana mereka diberi ruang serta peluang untuk memilih dan memilahnya sendiri.

Artinya, pusat dakwah milenial Muhammadiyah ini tidak bisa hanya diposisikan sebagai ‘production house’ saja, tetapi ia juga harus bisa menjadi ‘hub’ yang mengagregasi segala bentuk konten yang diproduksi warga Muhammadiyah. Kelak konten-konten itulah yang akan menggerakkan narasi dakwah milenial Muhammadiyah, organisasi hanya berfungsi menetapkan batas-batas demarkasinya, ‘rules of the game’-nya, GBHN-nya.

Bahwa ada konten-konten tertentu yang diproduksi di pusat dakwah untuk milenial ini, iya, tetapi tidak semuanya perlu diproduksi di sana. Bayangkan berapa dana, waktu, SDM yang diperlukan jika media sosial tidak punya karakter ‘user generated content’? Selain tentu juga tidak akan menarik jika konten diproduksi hanya oleh segelintir orang dan dari satu pusat saja.

Ruang Kolaborasi

Dari mana semua ini harus dimulai dan bagaimana memulainya? Saya kira Muhammadiyah sudah memiliki modal yang lebih dari cukup untuk mewujudkan semua ini. Para ahli dan pakar di bidang teknologi informasi, media, hingga manajemen bertebaran di aneka perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Kita bisa memulainya dari sana. Para ahli dikumpulkan dan dibentuk pola kolaborasinya untuk mewujudkan semua imajinasi ini.

Dalam hal infrastruktur teknologi, Muhammadiyah juga tidak perlu mengerjakan semuanya sendirian dari nol. Berbagai kerjasama bisa dijalin dengan berbagai perusahaan teknologi terkemuka untuk mewujudkan semua ini, dengan sistem ‘benefit sharing’ yang bisa dirumuskan bentuk kerjasamanya, tentu saja.

Termasuk untuk memulai strategi dakwah milenial dalam rangka membangun ‘narasi’ tadi, terdekat bisa dilakukan sistem sindikasi, ‘content sharing’, atau ‘crossposting’ bersama berbagai media yang punya afiliasi dengan Muhammadiyah. Sambil dirumuskan rencana melibatkan sebanyak mungkin warga Muhammadiyah agar terlibat dalam rencana ‘user generated content’ dakwah seperti saya ceritakan sebelumnya. Dengan begini, Muhammadiyah akan menjadi pusat dakwah pertama di dunia yang punya karakter ‘open source’ yang kuat.

Akhirnya, tunggu apa lagi? Kita tak kekurangan apapun untuk membumikan imajinasi ini.

Tabik!

FAHD PAHDEPIE, direktur eksekutif Digitroops Indonesia, peraih 2018 UMY Alumni Award dan 2017 Australia Alumni Award.

Perdirjen Dikdasmen No. 07/D.D5/KK/2018 (Struktur Kurikulum SMK)

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

[button color=”green” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” link=”https://drive.google.com/file/d/1aWv7B7XXC9SMu8iojrEF1-6WMT8zyIhm/view?usp=sharing” target=”_blank” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh Perdirjen Dikdasmen No. 07/D.D5/KK/2018[/button]

Perdirjen Dikdasmen No. 06/D.D5/KK/2018 (Spektrum SMK)

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

[button color=”green” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” link=”https://drive.google.com/file/d/1XgaR5Bd3wcV-oB0SFFkdt_N5cFj9gHf0/view?usp=sharing” target=”_blank” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh Perdirjen Dikdasmen No. 06/D.D5/KK/2018[/button]