SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan

Loading

Menjadi Guru Itu Profesi Mulia

Guru adalah seorang pendidik sebagai insan yang mulia dan berjasa karena merekalah yang bertanggungjawab mendidik manusia bagi melahirkan generasi yang cerdas dan cakap serta sanggup melaksanakan tugas terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara. Guru dalam sejarah hidupnya senatiasa menghargai kejayaan anak didiknya serta sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk manfaat dan kesejahteraan orang lain.

Peranan guru adalah luas. Guru adalah pendidik, pembimbing dan pendorong. Dia juga penyampai ilmu, penggerak dan penasihat. Ini bermaksud, guru atau pendidik mempunyai tugas dan tanggungjawab yang berat, olehnya itu guru bukanlah profesi sembarangan, di tangan merekalah masa depan murid dipertaruhkan. Mereka adalah orang yang memberi pengetahuan kepada muridnya, andaikan lalai maka murid yang dihasilkan pun produk gagal. Sebaliknya lahir tokoh-tokoh besar dari guru yang luas keilmuannya

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Kemuliaan seorang guru datang karena ia merupakan sosok yang berperan penting dalam membawa masa depan seorang anak didiknya. Tugas seorang guru yang mengubah orang yang bodoh menjadi orang yang pintar mengubah yang tadinya tidak tahu menjadi tahu merupakan tugas mulia yang diemban dari seorang guru. Selain itu tingkah lakunya menjadi panutan bagi semua orang. Inilah yang menjadi nilai lebih profesi ini dibandingkan dengan profesi lain, benar-benar istimewa bekerja sebagai guru.

Kedudukan guru merupakan kedudukan yang dihormati sebagai pembimbing di dalam keilmuan sehingga menjadi penyemangat dan inspirasi bagi muridnya untuk memilih bidang pekerjaan yang akan ditekuninya di masa depan, karena di tangan gurulah masa depan seorang anak berada, banyak tokoh-tokoh besar di dunia siapapun itu, mereka tidak akan seperti itu kalau bukan didik seorang guru yang hebat. Guru bangga jika melihat anak didiknya melampaui capaiannya, karena ia telah berhasil berbuat sesuatu yang berguna bagi semua orang dengan ilmunya.

Menjadi guru memiliki tantangan yang sangat kompleks salah satunya bagaimana kita dihadapkan dengan sebuah karakter yang berbeda dan bagaimana kita dapat mendidik dari perbedaan karakter, namun seorang guru dituntut dapat mengemban tugas untuk mencerdaskan anak bangsa, sehingga hal ini menuntut seorang guru untuk memiliki jiwa sebagai seorang pendidik. Menjadi pendidik tidaklah mudah, karena seorang guru harus menjadi bagian penting dalam perkembangan anak didiknya. Seorang guru harus mampu memahami karakter setiap anak didiknya sehingga dapat menjalin keakraban dan kebersamaan yang nantinya dapat membantu dalam proses mendidik dan mengajarkan ilmu kepada siswa dan pada akhirnya dapat memotivasi dan mendorong siswanya untuk dapat meraih cita-cita yang diimpikan.

Menjadi guru harus ikhlas mengajarkan ilmu dengan penuh kasih sayang dan cinta serta selalu sabar dalam membimbing kita walau hanya sekedar untuk membaca, menulis dan berhitung, karena dengan keikhlasan dan kasih sayang guru dalam mengajarkan sebuah ilmu kepada setiap anak membuat terkadang diri kita terkenang akan jasa para guru.
Kesejahteraan seorang guru tidaklah seperti kesejahteraan profesi yang lain seperti pejabat, artis maupun pegawai instansi lainnya. Namun, kebanggan dan kepuasan menjadi seorang guru tidaklah dapat diukur dari gaji yang diterima setiap bulan melainkan melakukan suatu pekerjaan mulia untuk memberikan ilmu kepada anak bangsa sehingga nantinya mereka akan menjadi manusia yang lebih baik serta kebahagian atas pahala yang tak pernah berhenti mengalir teruntuk seorang guru yang telah berjasa dalam mencerdaskan dan mendidik anak-anak tersebut walaupun guru tersebut telah tiada.

Olehnya itu patutlah anda berbangga dan berbahagia saat ini jika anda berprofesi sebagai seorang guru, karena ada banyak manfaat yang dapat anda berikan kepada anak didik anda sehingga nantinya mereka dapat menjadi generasi muda yang berguna dan berprestasi di masa depan. Selain itu jadilah seorang guru yang bersikap dan berakhlak baik karena anda adalah sebagai suri tauladan di tengah masyarakat terlebih menjadi teladan bagi siswa sehingga patutlah memberikan contoh yang baik kepada para siswa sehingga mereka dapat mencontoh dan meneladaninya dikemudian hari.

[Surat Edaran] Tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan

Merujuk Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4678/D/Kep/MK/2016 tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan, bersama ini Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan menyampaikan bahwa Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan tersebut mulai berlaku pada tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas X (sepuluh).

Berikut ini kami lampirkan dokumennya :

Untuk mengunduh dokumen dapat melalui tombol link berikut ini :

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”center” width=”full” link=”https://doc-0g-5o-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/g6clk0memu5e207m5m2ho6gpcagibfhv/1479722400000/03792998615648681220/05622458821863151022/0BxR_3PgstxdmRXNTcnkwVllxV0dwbmUyaWxPR1ZIa0hPMkFV?e=download&nonce=t4ird234gl8ds&user=05622458821863151022&hash=2b5vmfpvjf0q7e65jmd1ti0kviaum0vj” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh Surat Edaran dan Lampiran[/button]

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”center” width=”full” link=”https://doc-0o-5o-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/iqdbsrkmqkdbocj559to1mn4vf0k8htf/1479722400000/03792998615648681220/05622458821863151022/0BxR_3PgstxdmWVFsUEt2WXdXN0hRVnNXVGgwWW13QmI0WnYw?e=download&nonce=n33up94eg86sa&user=05622458821863151022&hash=m3kij52fm5btcrtrh4iq291rh9l31kgi” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen Tentang Spektrum Keahlian PMK[/button]

Jaga Gairah Guru kalau Mau Pendidikan Maju!

2207270thinkstockphotos-467864409

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa….

Masih hapal lirik lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di atas? Lagu untuk para guru dan pendidik. Lirik lagu itu menunjukkan betapa mulia profesi guru. “Pendidik adalah teladan bagi peserta didiknya,” kata CEO & Founder Elite Tutors Indonesia, Sumarsono.

Guru, lanjut Sumarsono, tidak hanya bertanggung jawab atas penyampaian materi tetapi juga berperan sebagai panutan. Namun, tak bisa dimungkiri guru juga manusia biasa yang memiliki banyak kebutuhan hidup untuk dipenuhi. Sayangnya, keluhan soal kesejahteraan para guru masih terus saja bergaung. Masalah ini menjadi agenda Konferensi Kerja Nasional III Persatuan Guru Republik Indonesia pada Januari 2016.

Keluhan yang mencuat antara lain pengucuran tunjangan belum tepat waktu. Persyaratan penerimaan tunjangan juga dirasa terlalu banyak. Proses kenaikan pangkat pun disebut masih rumit. Belum lagi soal jabatan fungsional dan kecilnya pendapatan guru honorer. Juga, sejumlah tunjangan khusus disebut belum merata. Padahal, tanggung jawab guru tidak kecil. Rasio guru dan murid juga sering tak seimbang.

Menurut PP 74/2008 tentang Guru, idealnya satu guru maksimal mengajar 20 siswa. Kenyataannya, satu guru kerap mendidik lebih dari 40 siswa pada satu waktu. Terlebih lagi, ada tuntutan moral dan etika yang erat melekat pada sosok guru, mulai dari tutur kata hingga perilaku. Untuk itu semua, seorang guru harus terus-menerus mengasah kualitas dan membangun kepribadian.

“Jadilah guru yang kehadirannya selalu dinanti peserta didik karena metode pengajarannya menarik,” ujar Sumarsono. Agar pengajaran efektif, lanjut Sumarsono, guru sebaiknya memastikan pula terlebih dahulu muridnya memang sudah siap menerima materi pelajaran.

Gairah

Sumarsono mengaku tidak sependapat bila guru harus menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan pula berarti guru perlu medali. Namun, kata Sumarsono, guru harus dipastikan hidup sejahtera. Harapannya, kesejahteraan itu akan membuat guru terus termotivasi mengembangkan diri. “Semakin berkembang guru, ia akan semakin maksimal mengajar, sehingga anak didik ikut berkembang,” ungkap Sumarsono.

Menurut Sumarsono, saat ini pendidikan masih terlalu terpaku pada pengabdian. Seolah-olah, kata dia, mulianya profesi ini membuat guru tidak perlu sejahtera. “(Namun), saya menekankan, pendidik jangan (lalu) menuntut dibayar mahal, tapi (pendidik yang harus) memantaskan diri,” tegas Sumarsono. Tentu saja, guru juga harus terus menambah kompetensi agar pantas dibayar mahal itu. Di dalamnya termasuk mempelajari kasus-kasus yang berkembang di dunia pendidikan dan cara menghadapi anak-anak tertentu.

“Nah, bagaimana pendidik (sekarang) mau berkembang kalau sambil mikir besok mau makan apa? Pendidikan macam apa yang mau dibangun oleh pendidik yang tidak sejahtera?” tanya Sumarsono.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Sumarsono pun memastikan para tutor di lembaganya mendapatkan bayaran pantas dan hidup sejahtera. Dari situ dia juga memastikan kualitas para pengajar di lembaganya. “Guru harus memiliki dua kualitas utama. Kualitas latar belakang akademik dan kepribadian menarik,” tegas dia.

Menurut Sumarsono, peserta didik akan sulit menerima ilmu dari guru yang tidak konsisten dan perilaku kesehariannya bertolak belakang dengan ajarannya. Sistem evaluasi pun Sumarsono bangun. Hasil dari proses ini dilaporkan pula ke orangtua murid, berbarengan dengan data perkembangan program. “Jadinya, guru pun semangat belajar,” ungkap dia.

Satu lagi, gairah atau passion adalah kata penting dalam proses pendidikan. Guru yang punya gairah tinggi mendidik akan otomatis punya empati kepada anak didiknya. Dengan sendirinya, sebut Sumarsono, guru itu berpikir kesuksesan peserta didik adalah kesuksesannya. Sebaliknya juga buat para murid.

Lagi-lagi, gairah ini tak bisa dipisahkan dengan kesejahteraan. Sumarsono menganalogikan, gairah tanpa kesejahteraan ibarat mengendarai mobil tanpa pengisian kembali bensin. “Tinggal tunggu mogok (kalau begitu),” tegas dia.

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia SMA/SMK

Buku saku pustaka Sahabat Keluarga Kemdikbud, “Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia SMA/SMK”

[document url=”http://smkm11tapteng.sch.id/wp-content/uploads/2016/11/Buku-Saku-SMA-SMK-13052016-laman.pdf” width=”600″ height=”420″]

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”center” width=”full” link=”http://smkm11tapteng.sch.id/wp-content/uploads/2016/11/Buku-Saku-SMA-SMK-13052016-laman.pdf” font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh Buku[/button]

Memiliki Emosi Sehat, Kunci Remaja Berprestasi

emotional-wellness-definition-webRemaja yang memiliki emosi sehat merupakan kunci keberhasilannya di sekolah. Emosi yang sehat itu mencakup kemampuan menangani emosi, memiliki kemampuan mengatasi masalah, memiliki kepercayaan diri, punya empati, serta hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan sekitar.

“Jika siswa memiliki emosional sehat dan memiliki hubungan intrapersonal yang positif di sekolah, maka siswa akan lebih siap dalam kegiatan akademik dan mendapatkan hasil yang baik,” kata Brenton Hall, kepala sekolah Australian Independent School (AIS), Jakarta, beberapa waktu lalu, seperti dikutip portal beritasatu.com.

Untuk membangun emosi sehat pada siswa remaja, kata Hall, harus ada kerja sama yang kuat dan terus-menerus antara pihak sekolah dan orang tua di rumah. “Sekolah harus fokus pada pengajaran yang mendukung keseimbangan emosi dan sosial siswa, yaitu Social and Emotional Thinking (SET). Program SET diharapkan dapat menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan menangani emosi, memiliki kemampuan problem solving, memiliki kepercayaan diri, punya empati, serta hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan sekitar,” tegas Hall.

Linzi Band, pengajar SET di AIS menerangkan, untuk mengasah kemampuan SET, siswa remaja diberi kegiatan yang interaktif dan diberi pemahaman berpikir dan bertindak positif dalam menghadapi situasi yang berbeda-beda di lingkungan dan komunitas mereka.

Topik-topik SET yang diajarkan dan diasah adalah topik yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMP dan SMA, termasuk mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain, menghargai orang lain, pengendalian emosi, komunikasi yang efektif, kepemimpinan, cybersafety, mengatasi kecanduan, dan lainnya. “Gak ada kasus bully kalau siswa sudah memiliki keseimbangan emosi dan sosial,” kata Band.

Menurut Band, orang tua juga harus dilibatkan dalam proses membangun SET remaja ini, salah satunya melalui berbagai workshop di sekolah. Tujuannya agar sekolah dan rumah memiliki visi dan misi yang sama bagaimana membangun SET siswa, baik di sekolah dan di rumah.

Juara I Turnamen Futsal Tk. SLTP & SLTA Piala Ka.Kanpora Kab. Tapanuli Tengah Tahun 2016

Setelah mengalahkan Tim Futsal SMA Negeri 1 Matauli Pandan dengan skor 7-5 pada babak perempat final Turnamen Futsal Pelajar Tk. SLTP & SLTA Piala Ka.Kanpora Kab. Tapanuli Tengah Tahun 2016 (Sabtu, 12 November 2016), Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan melangkah ke babak semi final berhadapan dengan Tim Futsal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pandan.

Minggu pagi (13 November 2016), pertandingan babak semifinal dilaksanakan antara Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan dengan Tim Futsal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pandan. Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan kembali memenangkan pertandingan dengan skor telak 9-2.

Sementara itu pada pertandingan babak semi final lainnya, Tim Futsal SMA Negeri 1 Tukka memenangkan pertandingan melawan Tim Futsal SMA Negeri 1 Sorkam Barat. Sehingga pada partai final Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan berhadapan dengan Tim Futsal SMA Negeri 1 Tukka yang selama ini dikenal sebagai langganan juara pada turnamen futsal tingkat pelajar yang diadakan di Kab. Tapanuli Tengah.

Partai final diadakan di hari yang sama pada pukul 16.00 WIB. Pada pertandingan ini terlihat begitu banyak penonton dan supporter tiap tim yang memadati Lapangan Futsal Dolsar Pandan. Termasuk di antaranya Kepala Sekolah SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan, Bapak Dedy Fahri S. Sihotang, S.Pd yang juga menyempatkan diri untuk memberi sambutan dan kata-kata penyemangat untuk para anggota tim. Pertandingan berjalan dengan tempo yang cepat, dimana Tim SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan yang berkostum oranye mendominasi pertandingan pada babak pertama dengan skor 4-1.

Terlihat di dalam lapangan Manajer Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan, Bapak Ahmad Yelli, S.TP serta Pelatih, Bapak Eddy Hazmin Tanjung, ST dengan serius memperhatikan permainan dan sesekali berteriak memberi instruksi kepada para pemain. Di awal babak ke dua, Tim SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan kembali memimpin pertandingan dengan skor 6-2. Namun, pelan tapi pasti, Tim SMA Negeri 1 Tukka mengejar ketertinggalannya hingga detik terakhir pertandingan dengan skor 6-6.

Dengan skor imbang tersebut, maka pertandingan pun harus dilanjutkan dengan adu tendangan pinalti. Penjaga gawang Tim SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan, Jaka Pranata sukses menepis dua tendangan pinalti pertama Tim SMA Negeri 1 Tukka. Namun, keuntungan ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh penendang Tim SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan dimana 2 orang penendang pinaltinya gagal melesatkan bola ke gawang Tim SMA Negeri 1 Tukka. Keseluruhan tendangan pinalti berakhir dengan skor 4-4, sehingga wasit dan panitia memutuskan pemenang ditentukan dengan 1 tendangan pinalti terakhir dimana apabila si penendang sukses mencetak gol, maka tim penendang menjadi pemenang. Sebaliknya jika penendang gagal mencetak gol, maka tim bertahanlah yang menjadi pemenang.

Hasil undian menetapkan Tim SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan sebagai tim penendang, dan yang menjadi penendangnya adalah Sang Punggawa, Jaka Pranata. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Jaka Pranata menendang bola dengan sangat keras ke arah kanan gawang yang tidak dapat dicapai oleh penjaga gawang Tim SMA Negeri 1 Tukka. Pertandingan yang berlangsung dramatis ini pun dimenangkan oleh Tim SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan. Dan berhak atas Trophy Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Ka. Kanpora) Kab. Tapanuli Tengah serta uang pembinaan sebesar Rp. 4.000.000 dipotong pajak.

Esok harinya, Senin 14 November 2016, Manajer Tim, Bapak Ahmad Yelli, S.TP menyerahkan trophy dan hadiah kepada Kepala Sekolah Bapak Dedy Fahri S. Sihotang, S.Pd. Dan menyerahkannya kembali kepada para siswa Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan. Semoga prestasi ini dapat terus ditingkatkan, dan dapat menjadi motivasi bagi siswa/i lainnya untuk selalu berprestasi. SMK…BISA!! SMK Muhammadiyah…LUAR BIASA!!!

Daftar pemain Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan :

  • Fadhilla Syahdi Nasution
  • Harianto Alamsyah Lubis
  • Haryadi Supratno
  • Hary Wardana
  • Jaka Pranata
  • Martin Kia Golo
  • Maspuadi
  • Muhammad Roby Ramadhan Lubis
  • Oki Akbar Hutagalung
  • Pebrianto
  • Ricky Saputra Tanjung
  • Yaldi Al-Faris Nainggolan

Berikut ini beberapa foto dan video dokumentasinya.

[mom_video type=”youtube” id=”5frE_A5gHA0″]

Turnamen Futsal Tk. SMP/SMA/SMK Piala Kanpora Tap. Tengah – Pertandingan 1

Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional RI Tahun 2016, Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kabupaten Tapanuli Tengah mengadakan Turnamen Futsal Antar Pelajar Tingkat SMP/SMA/SMK se-Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memperebutkan Piala Ka.Kanpora. SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan turut serta mengirimkan Tim Futsal-nya yang selama ini dilatih secara rutin melalui program ekstrakurikuler Futsal dan Sepakbola.

Pada pertandingan pertama yang dilaksanakan pada pukul 11.20 WIB, Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan dipertemukan dengan Tim Futsal SMA Negeri 1 Pinangsori. Manajer Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan, Bapak Ahmad Yelli, serta Pelatih, Bapak Eddy Hazmin Tanjung, terjun langsung untuk menemani dan memotivasi para anggota Tim yang bertanding di Lapangan Futsal Dolsar Pandan.

Hasil pertandingan ini dimenangkan oleh Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan dengan skor akhir 3-1. Para pencetak skornya adalah Risky Syaputra, Masfuadi, dan Oki Akbar Hutagalung.

Dengan hasil ini, maka Tim Futsal SMKS TI Muhammadiyah 11 Sibuluan berhak untuk maju ke babak berikutnya melawan Tim Futsal SMA Negeri 1 Matauli Pandan yang direncanakan pada hari Sabtu, tanggal 12 November 2016.

Berikut ini beberapa foto dokumentasinya.