SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan

Loading

Ujian Nasional 2016: Prestasi Penting, Jujur Yang Utama

UN-2016-Fix

Jakarta (1 April 2016) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siap melaksanakan Ujian Nasional 2016, yang akan mulai berlangsung 4 April nanti. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan yang penting dibicarakan tentang Ujian Nasional (UN) kali ini adalah soal kejujuran, bukan lagi soal kelulusan. Sejak 2015 UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh sekolah, melalui ujian sekolah, bukan UN.

“Yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Prestasi penting, jujur yang utama. Ujian itu tidak boleh menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi „subsidi jawaban‟. Ini berarti Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden sudah mulai terlaksana.,” kata Mendikbud Anies Baswedan, saat konferensi pers UN 2016, di Kantor Kemendikbud Jakarta, Jumat (1/04).
Menurut Anies Baswedan, yang menarik dari UN 2016 ini adalah sekolah-sekolah yang melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016 ini meningkat 900%. “Tahun lalu 500 sekolah, tahun ini 4.400 sekolah melaksanakan UNBK. Dari data Indeks Integritas UN tahun lalu, sekolah yang melaksanakan UNBK, tingkat kecurangan nol, atau indeks integritas UN-nya 100%,” ujar Mendikbud.

Provinsi dengan tingkat partisipasi terbesar UNBK adalah Yogyakarta. Sementara Propinsi Papua dan propinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara) juga masuk dalam daerah yang dengan tingkat partisipasi UNBK tinggi: Papua 10% dan Kaltara 20%. “Bahkan di Surabaya, pada UN 2016 seluruh sekolah melaksanakan UNBK,” kata Anies Baswedan, yang berencana meninjau pelaksanaan UNBK di Surabaya pada UN hari pertama, 4 April 2016.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Secara nasional siswa yang mengikuti UNBK juga mengalami peningkatan drastis. Sebanyak 107.000 siswa tahun lalu, tahun 2016 ini menjadi 921.000 siswa. Rinciannya sekitar 156.171 siswa SMP dan MTs, serta sekitar 267.230 siswa SMA dan MA di seluruh Indonesia, sedangkan untuk SMK sekitar 498,177 siswa. UNBK tahun 2016 ini untuk setiap jenjang sekolah kurang lebih 1010 SMP dan MTs, 1297 SMA dan MA, serta 2103 SMK di seluruh Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun kedua ini UNBK masih menggunakan sistem semi-online, yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengatakan bahwa dalampelaksanaan UNBK, Kemendikbud melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya perguruan tinggi seperti ITS, UI, UGM, ITB serta BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk teknologi dan pengamanannya. “Kemendikbud juga bekerjasama dengan Kemenkominfo untuk pengamanan cyber-nya, serta perusahaan telekomunikasi untuk keamanan koneksi saat sinkronisasi data,” ujar Kapuspendik Nizam. Menurut Nizam beberapa manfaat yang diperoleh dengan UNBK antara lain:

  1. Minimnya kemungkinan soal yang terlambat datang, tertukar dan ketidakjelasan hasil cetak soal,
  2. Proses pengumpulan dan penilaian jauh lebih mudah,
  3. Hasil ujian nasional dapat diumumkan jauh lebih cepat,
  4. UNBK mendorong terwujudnya efektifitas, efisiensi dan transparansi penyelenggaraan UN.

UN dilaksanakan untuk mengukur kompetensi siswa dan menjadi salah satu dasar untuk seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, selain untuk melakukan pemetaan capaian pendidikan secara nasional. Sejak tahun 2015 lalu, selain mengukur pencapaian akademik, UN juga untuk mengetahui tingkat kejujuran ujian dengan hasil IIUN (Indeks Integritas Ujian Nasional) untuk setiap sekolah.

Salah satu temuan yang menarik dari hasil evaluasi pelaksanaan UN 2015 yang lalu adalah tingkat kecurangan pada pelaksanaan UNBK adalah nol, sementara tingkat kecurangan yang bervariasi ditemukan pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas.

Perihal kesiapan dan persiapan UN Berbasis Pensil dan Kertas (UNPK) hingga 1 April 2016 distribusi soal ke suluruh Indonesia hampir 100%. Pada tanggal 2 April 2016 akan mencapai 99.9%, dan tinggal distribusi soal untuk kota Pontianak, Kalimantan Barat yang akan terkirim 3 April 2016.

Untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah pelosok, distribusi naskah telah dilakukan lebih dahulu untuk mengantisipasi keterlambatan datangnya naskah. Sedangkan untuk sekolah-sekolah yang tidak sulit dicapai, dijadwalkan naskah akan tiba pada 2 April 2016. Ujian Nasional tahun 2016 akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 4 April untuk Siswa SMA dan sederajat, serta tanggal 9 Mei untuk siswa SMP dan sederajat.

Indeks Integritas UN
Sejalan dengan gerakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, sejak tahun 2015 Kemendikbud memperkenalkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) yang diharapkan dapat mendorong terwujudnya perilaku jujur dan berintegritas bagi para para pelaku ujian nasional.

Dalam perbandingan nilai (akademik) ujian nasional dengan IIUN, didapatkan bahwa masih banyak sekolah di Indonesia yang memiliki indeks integritas rendah meski rata-rata capaian nilai ujian nasionalnya tinggi. Idealnya, baik capaian nilai ujian nasional maupun indeks integritas suatu satuan pendidikan harus sama tinggi.

Guna mendorong kejujuran dan tingkat integritas (IIUN) yang baik, Kemendikbud memberikan apresiasi kepada sekolah di seluruh Indonesia yang melaksanakan Ujian Nasional dengan menjunjung prinsip-prinsip integritas. Lebih dari 12.000 sekolah telah mencapai nilai IIUN tinggi (di atas 80) mendapat Piagam Penghargaan Integritas dari Mendikbud. Bahkan 500 sekolah dengan nilai IIUN di atas 92 diundang Presiden Jokowi ke Istana, 21 Desember 2015 lalu untuk menerima penghargaan.

Pelibatan Publik
Pada UN 2016 ini Kemendikbud juga mendorong keterlibatan publik dalam menyukseskan Ujian Nasional yang berintegritas. Bagi masyarakat Kemendikbud menyediakan saluran untuk berkomunikasi dan mendapat informasi mengenai Ujian Nasional, atau memberi masukan dan pengaduan melalui Posko UN, laman un.kemdikbud.go.id, media sosial dengan menyertakan tagar #UN2016 atau mention akun @Kemdikbud_RI di twitter.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pertanyaan atau pengaduan seputar Ujian Nasional melalui call center 177, nomor telepon 0215703303, telpon seluler 0816979177, SMS di 0811976929, serta e-mail unpuspendik@kemdikbud.go.id dan pengaduan@kemdikbud.go.id.

Sumber

Rilis Buku Panduan Sukses Implementasi Dapodik SMA SMK 8.4.0

bukupanduan8.4.0Menindaklanjuti dengan telah dirilisnya Aplikasi Dapodik SMA-SMK versi 8.4.0, Tim Dapodikmen SMA-SMK telah menyelesaikan “Buku Panduan Sukses Implementasi Dapodik SMA-SMK 8.4.0”. Buku tersebut disusun dalam rangka untuk memberikan pedoman dan mempermudah para Operator Dapodik SMA-SMK dalam menjalankan dan melengkapi data pada Aplikasi Dapodik SMA-SMK versi 8.4.0. Buku panduan ini berisikan petunjuk dan pedoman mengenai tata cara pengisian data, alur entri data, dan prosedur melakukan proses transaksional serta periodikal secara lengkap.

Buku Panduan Sukses Implementasi Dapodik SMA-SMK 8.4.0 menjabarkan secara lengkap tata cara pembentukan rombongan belajar serta pengisian data pembelajaran untuk Sekolah yang menggunakan Kurikulum KTSP 2006 maupun Kurikulum 2013 untuk SMA dan SMK. Dalam buku panduan ini juga disertakan tutorial melakukan proses verifikasi dan validasi tida entitas data pokok yang diselengaraakan oleh PDSPK, yaitu Verifikasi dan Validasi Satuan Pendidikan (VervalSP), Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (VervalPD), serta Vervifikasi dan Validasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (VervalPTK).

Dilakukannya penyempurnaan pada Aplikasi Dapodik SMA-SMK versi 8.4.0 bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas dan kelengkapan data Dapodik SMA-SMK. Secara khusus bertujuan mendukung proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan oleh PDSPK serta dalam rangka mendukung kevalidan data untuk transaksional di lingkungan Kemendikbud. Pada aplikasi Dapodik SMA-SMK versi 8.4.0 telah dilakukan pengembangan dan pembenahan pada data referensi terkait implementasi kurikulum dan pembelajaran maka di buku panduan yang baru ini menjelaskan rambu-rambu pengisian datanya khususnya untuk mendukung kevalidan data di sistem transaksional di Ditjen GTK.

Semoga buku panduan ini akan bermanfaat dan memberikan pencerahan sehingga pada akhirnya mendorong tercapainya data Dapodik SMA-SMK 100% baik secara kuantitas maupun kualitas.

Sumber

Pembaruan Aplikasi Dapodik SMA SMK 8.4.0*

8.4.0bintangPada Aplikasi Dapodik SMA-SMK 8.4.0 yang telah diluncurkan beberapa waktu yang lalu kembali mengalami beberapa perubahan dan pembenahan setelah dilakukan konsolidasi dengan PDSPK dan juga Ditjen GTK. Hal ini merupakan konsekwensi yang logis mengingat semakin luasnya penggunaan data Dapodik SMA-SMK untuk kebutuhan sistem transaksional di lingkungan Kemendikbud.

Oleh karenanya pada hari ini kami merilis Updater 8.4.0* yang telah mengakomodir beberapa pembaruan dan pembenahan tersebut. Sebelum melakukan update/pembaruan, disarankan untuk melakukan sinkronisasi terlebih dahulu. Untuk melakukan update/pembaruan Aplikasi Dapodik SMA-SMK 8.4.0 menjadi 8.4.0* dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu

1. Secara on line, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pastikan komputer terkoneksi internet.
  • Silahkan login pada Aplikasi Dapodik SMA-SMK 8.4.0
  • Masuk pada menu Pengaturan, Cek Pembaruan Aplikasi, klik pada tombol “Cek Pembaruan”.
  • Maka ditampilkan keterangan bahwa Pembaruan Tersedia. Pembaruan Tersedia (Dapodik SMA-SMK 8.4.0* ) Apakah Anda ingin melanjutkan? Pastikan tidak menutup jendela browser sebelum proses pembaruan selesai!
  • Klik tombol “Lanjutkan”, maka sistem akan melakukan update pembaruan.
  • Setelah proses selesai, klik tombol “Muat ulang halaman sekarang”.

2. Menggunakan Updater 8.4.0*, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Lakukan sinkronisasi pada Aplikasi Dapodik SMA-SMK 8.4.0 dan pastikan sinkronisasi sukses dengan melihat report data yang sukses dan gagal disinkronisasi.
  • Download updater 8.4.0* pada laman: http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/laman/download.
  • Lakukan instalasi Updater 8.4.0*
  • Akses aplikasi dan lakukan refresh dengan menekan tombol ctrl + F5

Daftar Perubahan versi 8.4.0

  1. [Pembaruan] Pembaruan referensi mapping mata pelajaran dengan kurikulum
  2. [Pembaruan] Keterangan jumlah jam mengajar masing-masing kelompok mata pelajaran
  3. [Pembaruan] Penambahan jam maksimual pembelajaran ketika tambah record baru
  4. [Perbaikan] Bug Pembelajaran tidak bisa disimpan
  5. [Perbaikan] Bug pengelompokan mata pelajaran pada tabel pembelajaran
  6. [Pembaruan] Penyesuaian pilihan tambah mata pelajaran sesuai dengan kurikulum
  7. [Pembaruan] Fitur ubah kelompok mata pelajaran
  8. [Pembaruan] Validasi rombongan belajar jenis kelas yang tidak memiliki wali kelas
  9. [Pembaruan] Validasi PTK yang belum memiliki email dan akun pengguna PTK
  10. [Pembaruan] Menyesuaikan jenis pendaftaran anggota rombel dengan pilihan jenis pendaftaran di menu salin anggota rombel
  11. [Pembaruan] Menu salin anggota rombel dari rombel kelas untuk rombel selain rombel kelas
  12. [Pembaruan] Filter pilihan kurikulum berdasarkan program / paket keahlian / program pengajaran di tabel rombongan belajar
  13. [Pembaruan] Filter pilihan tambah mata pelajaran sesuai dengan mapping GTK
  14. [Pembaruan] Mencegah data paket keahlian / program pengajaran rombongan belajar diganti bila telah memiliki daftar pembelajaran
  15. [Pembaruan] Keterangan jumlah jam total rombel pada tabel pembelajaran
  16. [Perbaikan] Perbaikan filter tampilan pilihan kurikulum
  17. [Perbaikan] Bug date picker kolom TST Program Inklusi pada tabel Program Inklusi
  18. [Perbaikan] Bug pendeteksian PLT kepala sekolah pada keterangan di beranda
  19. [Perbaikan] Menambahkan pilihan mata pelajaran Bimbingan dan Konseling ketika menambah mata pelajaran di tabel pembelajaran
  20. [Perbaikan] Bug pilihan rombel di menu salin anggota rombel

Pada saat ini Tim Admin Dapodikmen SMA-SMK juga sedang melakukan tahap finalisasi Buku Panduan untuk Dapodik SMA-SMK 8.4.0 yang direncanakan untuk dirilis dalam waktu dekat. Oleh karena itu diharapkan agar Bapak/Ibu Operator Dapodik SMA-SMK untuk selalu senantiasa mengikuti informasi di portal resmi Dapodik SMA-SMK : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/.

Sumber

Update Sekolah di Verval SP Jika Tidak Update Dianggap ”TIDAK AKTIF“

OPS dihimbau untuk melakukan Update Citra Sekolah masing-masing melalui laman Verval SP di selain itu proses Update Citra juga bisa dilakukan di alamat ini dengan syarat OPS sudah terdaftar sebagai anggota Jaringan Pengelolaan Data Pendidikan.

Untuk cek status pendaftaran di SDM-PDSP silahkan anda baca tentang Cara Cek Status Pendaftaran. Dan bagi OPS yang masih belum terdaftara segera untuk melakukan Registrasi. Penting bagi OPS untuk segera melakukan Registrasi, karena ada beberapa hal terkait Pengelolaan Data Pendidikan seperti Pelaporan Buku Kurikulum 2013 dan juga tentunya yang akan saya bahas disni yaitu Update Citra Sekolah.

Ada beberapa hal yang berlu anda ketahui sehubungan dengan Udate Ctra Sekolah. Proses Update Ctra sekolah yaitu mengupload beberapa foto dengan kategori sebagai berikut:
1. Profil Sekolah ( SK Pendirian dan SK Operasional )
2. Prasaran
3. Sarana Sekolah
4. Aktifitas Peserta Didik
5. Aktifitas PTK
6. Lomba Sekolah
7. Kerusakan Sekolah
8. Dan lain-lain

Untuk itu sebelum melakukan Update harap untuk memperseapkan foto dengan beberapa kategori di atas dengan ukuran gambar tidak boleh melebihi 800 x 600 atau file format gambar anda tidak boleh di atas 1MB. Berikut langkah-langkah melakukan Update Citra Sekolah.

1. UPDATE CITRA SEKOLAH

2. Pada Laman Verval SP seperti gambar di atas langkah selanjutnya adalah klik Citra. Sehingga muncul menu seperti gambar dibawah ini.
citra sekolah

3. Masukkan NPSN sekolah anda, selanjutnya klik Lihat.
update citra

4. Pilih jenis foto yang akan anda upload (lihat gambar diatas) kemudian klik Choose File untuk memilih foto yang akan anda upload dari drive komputer kamu. Jika pilihan sudah di tentukan selanjutnya anda klik Upload dan tunggu proses selesai.
citra sekolah 2

5. Jika Prose upload foto anda berhasil, maka akan tampak seperti gambar di atas, jika anda masih ingin menambahkan foto lain, masukkan kembali NPSN sekolah anda dan klik lihat. Selamat Mengerjakan.

Sumber

Khusus untuk SMK, Segera Lengkapi Data DUDI

dudiDiinformasikan kepada para Operator Dapodik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bahwa Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. PSMK) akan melakukan evaluasi terhadap program-program yang berhubungan dengan pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. PSMK) bermaksud mengembangkan program yang dapat menjadi jembatan penghubung antara sekolah dan dunia industri. Program tersebut nantinya akan dapat dapat menjadi sebuah wadah dimana menjadi tempat bertemunya kepentingan dunia industri dan kepentingan sekolah serta masyarakat secara umum.

Sehubungan dengan rencana pengembangan program yang dapat menjadi jembatan penghubung antara sekolah dan dunia industri tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. PSMK) membutuhkan data-data dunia usaha dan industri yang telah menjalin kerja sama dan menjadi partner di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dimana data yang dibutuhkan tersebut telah terakomodir di dalam Aplikasi Dapodik SMA-SMK pada isian data “Sekolah” – “Data Rinci Sekolah” – “Relasi Dunia Usaha & Industri”.

Dari hasil pengecekan data pada Manajemen Pendataan Dapodik SMA-SMK ditemukan bahwa masih banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum mengisi/melengkapi data “Relasi Dunia Usaha & Industri”. Oleh karenanya pada kesempatan ini disampaikan kepada Bapak/Ibu Operator Dapodik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk segera meng-update dan melengkapi data “Relasi Dunia Usaha & Industri” ini.

Adapun langkah—langkah untuk melengkapi data tersebut adalah sebagai berikut:

1. Silahkan login pada Aplikasi Dapodik SMA-SMK
2. Masuk pada tab “Sekolah”.
3. Pada bagian “Data Rinci Sekolah”.
4. Pada menu “Relasi Dunia Usaha & Industri”.
5. Isian terdiri atas:

  • Nama
  • Bidang Usaha
  • Alamat Jalan
  • RT
  • RW
  • Nama Dusun
  • Desa Kelurahan
  • Kecamatan/Kabupaten
  • Kode POS
  • Lintang
  • Bujur
  • Nomor Telepon
  • Nomor Fax
  • Email
  • Website
  • NPWP

Demikian informasi dari kami dan terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Sumber

REKRUTMEN CALON GURU UNTUK PENDIDIKAN ANAK-ANAK INDONESIA DI MALAYSIA DAN FILIPINA TAHUN 2016

Sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, negara berkewajiban melaksanakan penyelenggaraan pendidikan wajib belajar 9 tahun untuk setiap warga negara, baik yang tinggal di dalam maupun di luar wilayah NKRI. Namun, kenyataan di lapangan:

Anak-anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan, mengalami kesulitan dalam memperoleh pendidikan.
Anak-anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Filipina belum mendapatkan layanan pendidikan tentang ke-Indonesiaan, khususnya kemampuan bahasa, seni dan budaya Indonesia.
Untuk itu, Tahun 2016 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akan melaksanakan rekrutmen calon guru Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah sebanyak 116 orang.

Tujuannya antara lain :

1. Memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak TKI yang tidak memperoleh akses pendidikan di tempat orang tuanya bekerja di Malaysia dan Filipina;
2. Mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab; dan
3. Menumbuhkan nilai-nilai persatuan, membangun rasa kebangsaan, dan menanamkan kepribadian serta kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.
Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dapat di unduh disini Seleksi/rekrutmen Guru ke Malaysia dan Filipina

Sumber

Hasil Uji Kompentensi Guru (UKG) On-Line 2015 Tapanuli Tengah

UKGKemendikbud — Sebanyak tujuh provinsi mendapat nilai terbaik dalam penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015. Nilai yang diraih tersebut merupakan nilai yang mencapai standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55. Tujuh provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta (62,58), Jawa Tengah (59,10), DKI Jakarta (58,44), Jawa Timur (56,73), Bali (56,13), Bangka Belitung (55,13), dan Jawa Barat (55,06).

Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02. Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Pranata mengatakan, setelah nilai UKG dilihat secara nasional, nanti akan dilihat lagi secara rinci hasil UKG per kabupaten/kota, dan hasil UKG per individu (guru). “Ada pertanyaan, ini data hasilnya mau diapakan? Dengan data ini kita dapat potret untuk kita memperbaiki diri,” katanya.

Ia mencontohkan, ada guru yang mendapat nilai rata-rata 85. Namun meskipun nilai tersebut baik, setelah dianalisis hasilnya, guru tersebut memiliki kekurangan di beberapa kelompok kompetensi. “Dia ada kekurangan di tiga kelompok, yaitu kelompok kompetensi 1, kelompok kompetensi 4, dan kelompok kompetensi 6. Maka dia harus memperbaikinya,” tutur Pranata. Salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi guru itu adalah dengan pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah sesuai dengan hasil UKG.

[button color=”blue2″ bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” align=”center” link=”http://disdiktapteng.net/wp-content/uploads/2016/03/Hasil-UKG-Online-Tahun-2015.rar” font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]UNDUH[/button]

Sumber