SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan

Loading

Wireless LAN

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu jaringan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.

[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=99&idmateri=71&mnu=Materi1″]

Simple Mini Vise (Ragum Mini) By Fajri

Ragum mini (mini vise) buatan dari Fajri Jawa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) ini dapat membantu teknisi elektronika sewaktu melakukan penyolderan perangkat-perangkat yang berukuran kecil. Idenya didapatkan dari Creative Channel yang ada di Youtube. Berikut tampilan ragum mini hasil karya dari Fajri.

[images_grid auto_slide=”no” auto_duration=”1″ cols=”three” lightbox=”yes” source=”media: 698,697,696″][/images_grid]

Seni Menjual

Bahan ajar materi Seni Menjual, mata pelajaran Kewirausahaan.

[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=11&idmateri=296&mnu=Pendahuluan&kl=15″]

Ide dan Peluang Usaha

Bahan ajar materi Ide dan Peluang Usaha, mata pelajaran Kewirausahaan.

[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=11&idmateri=273&mnu=Pendahuluan&kl=15″]

Mengembangkan Semangat Wirausaha

Bahan ajar materi Mengembangkan Semangat Wirausaha, mata pelajaran Kewirausahaan.

[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=11&idmateri=285&mnu=Pendahuluan&kl=14″]

Menyusun Proposal Usaha

Bahan ajar materi Menyusun Proposal Usaha, mata pelajaran Kewirausahaan.

[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=11&idmateri=269&mnu=Kompetensi&kl=14″]

6 Kejadian Aneh yang Terjadi dalam Tubuh Manusia

Tanpa disadari, banyak misteri yang menyangkut tubuh kita. Mau tahu apa saja keanehan yang terjadi pada tubuh? Berikut: 6 Kejadian Aneh yang Sering Terjadi dalam Tubuh Manusia.

  • Perasaan Jatuh

jatuh-saat-tidur

Pernah merasakan saat sedang tidur tiba-tiba merasa seperti jatuh dan tersentak bangun? Sensasi aneh ini disebut hypnic jerk. Sekitar 70 persen orang mengalami dan kebanyakan terjadi pada orang yang mengalami kesulitan tidur. Ketika Anda tidur terjadi perubahan suhu dalam tubuh mengakibatkan pernapasan melambat dan otot mengendur. Tubuh salah menafsirkan hal tersebut, sehingga mengirimkan sinyal tersentak dan Anda terbangun dengan kaget. Biasanya terjadi pada masa transisi antara sadar dengan susah tidur.

  • Kedutan Mata

88784_sakit_mata_663_382

Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba mata berkedut. Biasanya, hal ini dikaitkan dengan hal-hal mistis. Hush, jangan terlalu percaya tahayul. Stres, kelelahan dan terlalu banyak kafein menjadi pemicunya.

  • Kesemutan

kesemutan

Duduk yang terlalu lama atau posisi duduk yang salah menyebabkan munculnya kesemutan. Kesemutan terjadi karena saraf dan pembuluh darah yang mengalami tekanan. Kesemutan juga menjadi pesan adanya nyeri yang dikirimkan saraf ke otak.

  • Monster di Perut

perut-bunyi

Saat sedang berada di acara formal, tiba-tiba perut mengeluarkan bunyi. Anda pasti pernah mengalami hal memalukan inikan? Bunyi perut disebabkan oleh kontraksi otot-otot lambung dan usus kecil. Kontraksi ini bergerak terus menerus dengan mendorong isinya ke bawah, yang disebut gerakan peristaltik. Selain mendorong makanan ke dalam sistem pencernaan, kontraksi ini juga membantu dalam mencampur makanan, cairan dan gas atau udara menjadi suatu adonan lengket. Semua bahan-bahan tersebut ditekan dan dipecahkan dalam usus. Gas pun ikut dipecahkan, sehingga menimbulkan suara.

  • Muka Kemerahan

pipi-merah

Bila merasa malu atau marah, muka mendadak menjadi kemerahan seperti kepiting rebus. Menurut para ahli, fenomena ini merupakan reaksi fisik terhadap perilaku sosial. Ketika Anda malu atau mengalami kondisi memalukan yang memicu adrenalin, maka tekanan darah akan naik, detak jantung berdetak cepat dan aliran darah melaju cepat. Akibatnya, pembuluh darah kecil di wajah melebar akibat meningkatnya aliran darah, yang menyebabkan kemerahan pada pipi dan telinga.

  • Geli saat digelitik orang lain

gelitik

Aneh, saat kita menggelitik diri sendiri malah tak merasa geli. Kenapa ya kira-kira? Para ilmuwan menemukan bahwa perasaan yang kita alami saat digelitik membuat tubuh menjadi panik yang merupakan respons alami. Tawa tak terkendali menjadi tandanya. Penelitian menunjukkan bahwa otak telah dilatih untuk tahu apa yang harus dirasakan ketika kita melakukan gerakan-gerakan tertentu. Terkejut, merasa panik atau gelisah hingga digelitiki orang lain membuat tubuh merespons dengan cara berbeda.

Demikianlah 6 kejadian aneh yang terjadi pada tubuh manusia.

Sumber : valeytern@kaskus

Dibalik Kisah ZERO tau nol ( 0 )

number-0_2Sering kita mendengar pengucapan salah akan si “ZERO” ini, khalayak ramai terutama di Indonesia sering menyebutnya dengan “kosong”, yang sebenarnya ini adalah hal yang sangatlah berbeda. Pengucapan yang salah ini sudah biasa kita dengarkan sejak kita duduk di bangku terendah pembelajaran di Indonesia, tapi sebenarnya semua itu tidak sepenuhnya salah.

Menurut Wikipedia, “nol” adalah suatu angka dan digit angka yang digunakan untuk mewakili angka dalam angka. Angka nol memainkan peranan penting dalam matematika sebagai identitas tambahan bagi bilangan bulat, bilangan real, dan struktur aljabar lainnya. Sebagai angka, nol digunakan sebagai tempat dalam sistem nilai tempat.

Sejarahnya

Dahulu kala sebelum angka berbentuk seperti yang sekarang ini, Orang-orang India telah mengenal angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9. Kemudian pada masa-masa berikutnya, orang India mengajarkannya kepada orang-orang Persia yang ada di India, dan setelahnya orang-orang Persia membawa ilmu tersebut ke tanah airnya, kemudian mereka mengajarkannya kepada orang-orang Arab. Setelah orang-orang arab mengenal angka-angka tersebut, pada masa-masa selanjutnya angka-angka tersebut kemudian dikembangkan oleh Kebudayaan Islam di Baghdad sehingga angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 lebih dikenal sebagai angka hindu-arab dan terkadang hanya disebut sebagai angka arab. Lalu, siapa penemu angka 0?  Karena sesungguhnya hanya tersisa angka itu saja yang belum ada di dunia ini pada saat itu.

Dia adalah Al-Khawarizmi, salah satu intelektual muslim yang mahir dan terkemuka, menyumbangkan karyanya di bidang matematika, geometri, musik dan sejarah. Bukan hanya itu saja, ia juga merupakan ilmuwan astronomi sekaligus ilmu bumi. Jasa beliau sangat besar dalam mendirikan fondasi matematika modern yang kita lihat dewasa ini, dan termasuk pengembang ilmu geometri dengan angka-angka untuk persamaan kuadrat. Dia, Al-Khawarizmi, penemu angka “penting” di dunia ini.

khawarismi

Perkembangan Bentuk Angka

Bentuk angka dulu tentu saja berbeda dengan bentuk angka yang sekarang ini. Jika kita berbicara angka romawi yang menggunakan huruf, yaitu I II III IV V… dst, kita tidak akan menemukan angka 0 di dalamnya. Oleh karena itu, kita akan langsung saja membahas menurut angka arab – pengembangan ilmuwan muslim – modifikasi terkini. Angka arab yaitu angka 0-9. Dan ternyata, angka-angka zaman sekarang ini merupakan modifikasi dari angka arab yang didasarkan atas perhitungan sudut, lihatlah gambar di bawah ini.

4675768_20151109011918

Angka 0 misalnya, tidak mempunyai sudut, angka 1 mempunyai satu sudut, angka 2 mempunyai 2 sudut, dan seterusnya. Dan sekitar pada abad ke 9 masehi, angka-angka itu mulai diperkenalkan ke dunia Eropa oleh ilmuwan muslim, melalui afrika utara dan wilayah-wilayah lainnya. Dan tentu saja, digunakan hingga sekarang. Walaupun bentuknya sedikit dimodifikasi dari aslinya.

Kesalahpahaman mengenai Nol

  • Nol itu bukan genap dan bukan ganjil.

Nol itu memang bukan positif dan juga bukan negatif, tapi dia genap. Secara definisi, bilangan genap adalah bilangan bulat yang dapat dibagi dengan dua dan hasilnya tetap bulat. Nol itu bilangan bulat dan bisa dibagi dua, hasilnya nol, dan nol sekali lagi, adalah bilangan bulat. Selain itu, Ada teorema dalam teori bilangan yang mengatakan kalau jumlah dua bilangan genap adalah bilangan genap. Misalnya : -2 itu bilangan genap, 2 itu bilangan genap juga, kalau dijumlahkan hasilnya nol. Kalau kita anggap nol bukan bilangan genap, akibatnya teorema itu harus di ubah menjadi : jumlah dua bilangan genap adalah bilangan genap kecuali nol. Tidak efektif, sedangkan matematika itu sebisa mungkin efektif dan sederhana.

  • Nol adalah bilangan prima.

Bukan. Bilangan prima hanya berlaku untuk bilangan setelah satu. Ia harus asli dan bukan komposit. Satu bukan bilangan prima, juga bukan komposit. Nol apalagi, dan bilangan negatif sama sekali bukan.

  • Nol itu bukan bilangan.

Kalau kamu menghitung dengan jari, memang nol bukan bilangan hitung. Nol adalah bagian dari bilangan cacah untuk menunjukkan kuantitas. Saat kamu punya sekotak coklat yang isinya enam batang. Kamu bisa ambil enam batang. Saat temanmu minta dan ternyata tidak ada lagi, bilang aja isinya nol batang coklat. Nol termasuk bilangan. Kita terbiasa hidup di dunia yang sudah mengenal nol. Tapi dulu, orang tidak menganggap nol bilangan. Mereka menghitung dari satu. Dan sebelum satu adalah tidak ada bilangan. Dari sini anggapan kalau nol itu bukan bilangan.

  • Nol itu bilangan tanpa tanda.

Dalam sistem bilangan ada dua tanda. Positif dan negatif. Tanda sendiri bukanlah sesuatu yang bisa dijumlahkan, dikalikan atau mendapat operasi tertentu. Positif tambah positif itu tidak ada. Tanda hanya menunjukkan posisi bilangan tersebut dalam garis bilangan. Akibatnya nol itu punya dua tanda, positif nol dan negatif nol. Tapi bedanya dengan bilangan lain seperti positif satu dan negatif satu, tanda pada nol tidak memiliki makna. Seperti disebutkan di atas, matematika harus efektif, jadi ya tidak usah dikasih tanda sama sekali saja. Betul. Dan memang begitu adanya. Positif nol dan negatif nol hanya dipakai dalam konsep limit untuk menggambarkan arah perhitungan.

  • Nol bukan bilangan kuadrat.

Tergantung. Nol bisa bilangan kuadrat bila ia dipandang sebagai hasil kali bilangan bulat yang sama. Negatif satu kuadrat itu nilainya satu. Nol kuadrat nilainya nol. Satu kuadrat nilainya satu. Nol juga bisa dipandang bukan bilangan kuadrat jika kita membatasi bilangan kuadrat harus bilangan asli.

  • Nol bukan kelipatan semua bilangan.

Sebaliknya. Sebuah bilangan dikatakan kelipatan dari sebuah bilangan bila ada bilangan lain yang mengalikannya. Misalkan ada dua bilangan bulat X dan Y. X dikatakan kelipatan dari Y kalau ada bilangan bulat lainnya, Z, yang sedemikian hingga X = Y dikali Z. Nah sekarang coba ganti X dengan nol dan Y ganti dengan bilangan bulat acak manapun. Ada tidak Z yang bisa menjadi pengali bilangan acak Y sehingga hasilnya jadi nol? Bisa, pakai aja Z = 0. Jadi nol adalah kelipatan semua bilangan.

  • Nol faktorial adalah nol.

Faktorial didefinisikan sebagai hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan sebelumnya. Jadi kalau empat faktorial (dilambangkan dengan 4!) berarti 4 x 3 x 2 x 1 = 24. Tiga faktorial = 3 x 2 x 1 = 6. Dua faktorial = 2 x 1 = 2. Satu faktorial = 1. Untuk menemukan nol faktorial, kamu bisa menghitung mundur dengan cara lain. Kita tahu empat faktorial = 4 x 3 x 2 x 1. Sekarang tiga faktorial bisa dibuat seperti ini, tiga faktorial = (4 x 3 x 2 x 1 )/ 4. Dua faktorial bisa dibuat seperti ini = (3 x 2 x 1) /3. Satu faktorial = (2 x 1) / 2. Nol faktorial = 1 /1. Jadi nol faktorialnya adalah 1.

  • Nol pangkat nol tidak terdefinisi.

Ada yang bilang 0 pangkat 0 tidak terdefinisi. Ini karena fungsi nol pangkat x dan x pangkat nol memiliki nilai limit berbeda saat x mendekati nol. Ini salah. X pangkat nol itu nilainya 1 untuk semua x, tanpa terkecuali. Ada teorema yang namanya teorema binomial. Teorema ini penting sekali dan harusnya valid untuk x = 0, y = 0 dan atau x = -y. Sebaliknya fungsi nol pangkat x itu tidak terlalu penting. Berdasarkan kepentingannya maka nol pangkat nol adalah satu.

  • Nol itu sama saja dengan tidak ada.

Nol itu ada. Contoh, berapakah x jika 4 + x = 1 + 3? Jawabannya ada, yaitu nol. Sekarang berapa x jika 4 + x = 1 + 2? Jawabannya tidak ada (kecuali negatif).

  • Berapapun angka yang dibagi nol hasilnya tak terhingga.

Bukan tak terhingga, tapi tak terdefinisi alias tidak ada. Alasannya begini, kalau kamu membagi 6 dengan 2 jawabanya adalah 3, karena 3 dikali 2 itu adalah 6. Bila kamu bagi 6 dengan nol, pertanyaannya adalah apa bilangan yang dikali dengan nol hasilnya enam? Tidak ada kan?

  • Nol dibagi nol hasilnya tidak terdefinisi

Jawaban di atas hanya berlaku bila bilangan yang dibagi bukan nol. Saat bilangan yang dibagi adalah nol, maka jawabannya bukan tak terdefinisi, tapi tak tentu (indeterminate). Kembali lagi ke perkalian tadi, a /b = c, berarti ada sebuah bilangan b yang merupakan pengali c untuk mendapatkan a. Contohnya, 6/2 = 3, ini artinya 2 x 3 = 6. Nah, kalau 0/0 = c, ini artinya c x 0 = 0. Apa nilai c bisa juga nol, bisa 1, bisa 2, bisa 3, bisa satu googol, bisa satu googolpleks, bisa berapa saja, tidak menentu. Komputer yang canggih pun akan mati mendadak jika tiba-tiba bertemu dengan pembagi angka nol. Mari kita jejer angka nol dibelakang angka satu, satu nol menjadi sepuluh, enam angka nol menjadi sejuta, seratus angka nol menjadi…? Anda bisa menghitungnya sendiri, maknanya apa? Tidak ada operasi jejer dalam matematika. Yang ada, kali, bagi, tambah, kurang, dan sebagainya yang sudah anda pelajari di sekolah.

  • Nol itu tidak terbatas karena memuat semua bilangan

Ini pada dasarnya datang dari usaha memvisualisasikan angka sebagai sesuatu yang nyata. Pemikiran ini pemikiran tradisional. Ingat bagaimana kita pertama menghitung dengan jari. Pada dasarnya angka-angka itu abstrak. Cuma ada di kepala. Bila kamu bilang nol memuat segalanya, berarti dia bukan sebuah bilangan hitung. Bilangan hitung ada di garis bilangan. Tahu kan, -2, -1, 0, 1, 2, dst. Masing-masing jelas posisinya. Jika anda memaksakan kalau nol itu tidak terbatas, maka semua bilangan juga tidak terbatas. 1 juga tidak terbatas, ia memuat 2-1, 4-3, 5-4, 6-5, dst. Dua juga, lima juga, satu googolpleks juga. Jadi pernyataan nol itu tidak terbatas gak ada artinya. Mari kita selipkan angka nol di antara 2 dan 9, lalu kita bagi 19, ternyata hasilnya bulat! Ini bukan matematika. Sekali lagi, tidak ada operasi jejer atau selip dalam matematika. Bila anda ingin membagi, gunakan operasi lain yang sah, seperti tambah, kurang, kali, pangkat, logaritma, akar , dll.

Sumber : izun9@kaskus

Tingkatkan Kecerdasan Dengan Ini, Maka Manfaatnya Akan Membuat Kalian Terkesan !

Kecerdasan Emosional (bahasa Inggris : Emotional Quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Sedangkan, kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ).

Keterampilan Sosial

Ini mencakup empati, dengan upaya memenuhi kebutuhan orang lain dan ente sendiri. Misalnya dalam menemukan kesamaan dengan orang lain, mengelola hubungan di lingkungan kerja dan kemampuan persuasif. Keterampilan sosial kalian mempengaruhi segala sesuatu, baik kinerja maupun kehidupan romantis. Bentuk paling umum: menyelesaikan perselisihan. Mengatasi masalah setelah semua pihak tenang.

40anakcerdas

Empati

Sementara sebelumnya mengacu pada emosi internal seseorang, yang satu ini berhubungan dengan emosi orang lain. Empati adalah keterampilan dan praktik membaca emosi orang lain dan merespon dengan tepat. Triknya, mau mendengar orang lain, menempatkan diri pada posisi orang lain, mencoba memahami.

4292-anak-berkarakter-sulit-miskin-empati

Membangun Motivasi

Setiap orang termotivasi dengan adanya imbalan, misalnya materi, status atau lainnya. Yang perlu dibangun: motivasi terhadap suka cita diri & kepuasan diri yang produktif, baik dalam berhubungan dengan orang lain, karir dan lainnya. Banyak strateginya.  Buat daftar hal yang kalian pingin dihargai, terima kenyataan & bangkit. Ada yang mencapai sesuatu dengan perlahan, ada pula dengan berungkali berusaha.

kata-motivasi-mindset-tentang-gagal

Mengontrol Diri

Ini kemampuan untuk menjaga emosi kalian ketika terganggu. Pengendalian diri melibatkan kemampuan untuk mengendalikan amarah, dengan tenang membahas perbedaan pendapat, dan menghindari panik. Kontrol diri berarti mengendalikan ledakan emosi, memilah pemicu emosi dan melakukan apa yang terbaik sesuai kebutuhan kalian. Atur nafas ketika ente marah dan keluar dulu dari lingkaran emosional.

160700264

Membangun Kesadaran Diri

Kesadaran diri adalah upaya dalam menggali & mengetahui perasaan Anda sendiri. Ini termasuk memiliki penilaian akurat kemampuan Anda, kapan kalian membutuhkan bantuan, & menggali apa pemicu emosi itu. Jika perlu merespon orang lain, ambil waktu sejenak sebelum bereaksi balik. Perhatikan masukan dari orang lain tentang kelebihan dan kelemahan kita. Meditasi juga membantu membangun kesadaran diri.

130922-130551

Emosional

Kecerdasan emosional menggambarkan seberapa baik individu dapat mengelola emosi mereka sendiri & bereaksi terhadap emosi orang lain. Kecerdasan emosional perlu untuk mengingkatkan kualitas hidup, seperti mengatasi konflik, merespon kebutuhan orang lain, dan menjaga emosi yang mengganggu kehidupan. Kecerdasan emosional dapat dikembangkan sendiri.

emotions_-_3

Sumber : lunaticfringe@kaskus

Mengapa Perlu Gerakan Literasi Sekolah?

IT takes a village to raise a child.

Pepatah Afrika itu menegaskan tugas pengasuhan anak ialah tanggung jawab masyarakat. Jauh sebelum sekolah melembaga dalam kultur Indonesia, keluarga besar, tetangga, dan lingkungan masyarakat terdekat ikut mengawasi pertumbuhan seorang anak. Tradisi itu membuat halaman rumah menjadi tempat bermain bersama dan ruang pengasuhan komunal.

Namun, pada era modern ini, tanggung jawab pengasuhan bergeser ke keluarga inti dan sekolah. Ruang komunal merambah dan difasilitasi ranah daring. Ini terlihat dari sinergi antarelemen masyarakat yang berlangsung dalam ruang chat, media sosial, dan terbentuknya komunitas-komunitas daring yang peduli pendidikan. Kepedulian bersama ini seharusnya menguatkan peran sekolah sebagai lembaga pendidikan.

Penelitian Alan Barton (2003) membuktikan keterlibatan keluarga dan publik dalam mendukung sekolah mampu meningkatkan motivasi belajar anak, mempertahankan keajegan kehadiran siswa di sekolah, mengurangi tingkat drop out, dan meningkatkan prestasi akademik siswa. Keberhasilan ini dialami siswa dari semua ras minoritas di sana sehingga partisipasi publik dalam pendidikan ditengarai mampu mengurangi kesenjangan pencapaian akademik antara mayoritas dan minoritas yang selalu menjadi momok pendidikan multikultural. Penelitian ini juga menunjukkan dukungan publik dalam bentuk sumber daya untuk memfasilitasi kegiatan sekolah terbukti dapat meningkatkan kinerja sekolah dan motivasi belajar siswa.

Studi itu sangat kontekstual dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Banyak sekolah negeri berada di daerah terluar, daerah-daerah dengan akses terbatas pada infrastruktur publik, dan mengakomodasi siswa-siswa dari keluarga prasejahtera serta suku minoritas. Fakta itu tentu tidak mengabaikan sekolah-sekolah negeri di kantung kemiskinan perkotaan dan daerah miskin lain yang masih berjibaku dengan kebutuhan mendasar, seperti ruang dan fasilitas belajar yang layak dan aman.

Dengan kompleksitas itu, gerakan literasi sekolah yang mengawal program membaca 15 menit setiap hari di sekolah terlihat seperti kebijakan yang utopis. Bagaimana mungkin sekolah menyediakan ragam bacaan bagi guru dan siswa membaca setiap hari apabila sekolah masih berkutat dengan banyak permasalahan mendasar lainnya?

Data statistik menunjukkan hanya 5,7% sekolah di Indonesia–dari jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas– yang memiliki perpustakaan. Itu pun dengan kondisi yang bervariasi; dari kondisi ruangan yang kurang memadai, koleksi yang hanya terdiri atas buku-buku teks pelajaran, hingga tiadanya tenaga pengelola perpustakaan atau pustakawan.

Selain itu, penggunaan 5% dana bantuan operasional sekolah (BOS) masih berfokus pada pengadaan buku teks pelajaran dan bukan pada buku bacaan yang mampu menumbuhkan minat baca siswa. Fenomena itu menunjukkan penguatan budaya literasi di sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan guru, melainkan juga tanggung jawab seluruh elemen publik sebagai ‘pengasuh’ anak dalam ruang komunal. Dukungan ini menjadi penting karena Indonesia tengah mengalami darurat literasi. Minat baca siswa perlu ditumbuhkan agar mereka mencintai pengetahuan.

Kemampuan membaca siswa perlu ditingkatkan bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan memahami bacaan siswa Indonesia yang terpuruk pada peringkat 64 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam tes Programme of International Student Assessment (PISA); tapi juga untuk menjadikan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. Meningkatkan kemampuan literasi siswa menjadi cara yang efektif untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Dukungan publik

Pelibatan publik dalam gerakan literasi sekolah perlu menjadi bagian penting dari visi dan misi sekolah. Praktik di banyak negara maju membuktikan reformasi pendidikan yang hanya mengintervensi siswa dan sekolah tidak akan berlanjut dalam jangka panjang.

Pelibatan publik dapat dilakukan melalui antara lain; program-program keayahbundaan (parenting), menyinergikan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah, memperkuat komunikasi dan jejaring sekolah dengan pihak eksternal, menggalakkan program relawan, melibatkan elemen masyarakat dalam perencanaan kegiatan-kegiatan literasi sekolah, serta meningkatkan kolaborasi antarsekolah, alumni sekolah, dan komunitas pegiat literasi.

Program keayahbundaan bertujuan meningkatkan kapasitas orangtua sebagai figur teladan literasi. Rumah perlu menjadi lingkungan yang literat dengan figur orangtua dan anggota keluarga yang suka membacakan cerita, bercerita, membaca, berdiskusi dengan anak, dan mendengarkan pendapat mereka.

Selain itu, kebijakan pelibatan keluarga dalam sekolah anak perlu mendapatkan dukungan melalui kebijakan-kebijakan yang ramah keluarga. Misalnya, lembaga pemerintahan dan swasta perlu diimbau untuk memberikan izin khusus kepada orangtua yang bekerja untuk mengantar anak pada hari pertama tahun ajaran baru, menghadiri pertemuan-pertemuan orangtua, dan menjadi relawan dalam kegiatan-kegiatan sekolah.

Kesadaran akan pelibatan keluarga perlu menjadi semangat dalam perancangan kebijakan. Misalnya, di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, program pelibatan publik dan keluarga menjadi salah satu kriteria agar dana pengembangan pendidikan yang diajukan sekolah dapat disetujui.

Sinergi kegiatan belajar di rumah dan di sekolah bertujuan mencari titik temu kegiatan belajar di rumah dan di sekolah. Sinergi bisa dilakukan dengan dua arah; siswa membawa pekerjaan sekolah untuk dikerjakan di rumah dengan dibantu orangtua, dan guru mengembangkan praktik baik di rumah untuk dilakukan di sekolah. Ini bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bercerita atau menuliskan kegiatannya di rumah, atau orangtua diundang untuk bercerita dan menjadi relawan membaca di sekolah.

Praktik baik di rumah dapat dieksplorasi guru melalui kegiatan kunjungan ke rumah. Untuk menjalin komunikasi dengan keluarga dan pelaku bisnis serta komunitas pegiat literasi, kapasitas sekolah perlu ditingkatkan. Sekolah perlu menganalisis kebutuhan keluarga, minat, dan ide-ide mereka tentang pengembangan kegiatan literasi, serta mempertimbangkan kendala mereka dalam berpartisipasi di kegiatan sekolah.

Informasi ini perlu dipertimbangkan dalam menyusun program literasi sekolah. Pendidik perlu mampu berkomunikasi dengan efektif, memahami bahasa lokal, dan menghargai latar belakang budaya keluarga. Untuk melibatkan alumni, pelaku bisnis, dan komunitas pegiat literasi, sekolah perlu membangun sistem informasi tentang jejaring potensial dan selalu memublikasikan kegiatan literasi sekolah pada jejaring sosial.

Apabila perlu, sekolah dapat menugaskan liaison untuk menjalin relasi dengan pihak eksternal sekolah. Kebijakan pendidikan perlu lebih memotivasi sekolah untuk melibatkan keluarga dan publik secara lebih kreatif. Tentunya, upaya-upaya sinergis yang sudah berjalan perlu diapresiasi, dijadikan model, dan dikembangkan dengan lebih baik lagi. Gerakan literasi sekolah tidak akan berlangsung dengan efektif tanpa dukungan masif dari publik.

Sumber : Dikdasmen