SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan

Loading

Entri Aplikasi PMP Dikdasmen 2016

Dihimbau kepada seluruh Guru dan Siswa/i untuk dapat meluangkan waktunya (wajib) melakukan pengisian data Aplikasi Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) Dikdasmen Tahun 2016 yang akan dibimbing oleh Bapak Moerdjoko Nawantoko bersama Tim Dapodik. Khusus bagi siswa/i yang masih berada di DU/DI (PSG), pengisian dilakukan setelah selesai kegiatan PSG berakhir (kembali masuk sekolah). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bapak Moerdjoko Nawantoko. Atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

aplikasi-pmp

Belajar Bahasa Inggris Melalui Bermain Peran

Bahasa Inggris bagi sebagian siswa masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit, untuk itu ada metode yang bisa dipakai untuk membangun minat belajar bahasa Inggris siswa dengan cara bermain peran. Bermain peran yang dibahas di sini adalah pembelajaran bahasa Inggris dengan cara memerankan suatu karakter, di mana siswa akan mengucapkan dialog yang telah dipersiapkan sebelumnya ataupun hasil improvisasi. Cara ini akan memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih pengucapan (pronunciation), berlatih berani berbicara (speaking), berlatih mendengarkan (listening) ucapan lawan bicara. Dengan bermain peran ini pula, siswa dapat memperkaya kosa kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris, serta menikmati suasana yang menyenangkan tanpa merasa terbebani oleh kesalahan pengucapan, karena biasanya seorang guru akan menempatkan dirinya sebagai teman diskusi, dan dalam pembelajaran akan terbangun suasana santai.

[advanced_iframe securitykey=”4d018e4b7a56ab5baf3f3d676640a65497f68aa3″ src=”https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=99&idmateri=166&mnu=Materi1″]

Kader Muhammadiyah Harus Miliki Niat Lurus Menghidupkan Organisasi

umarUpaya untuk mempertahankan sebuah organisasi membutuhkan kerja keras, karena bagaimana pun mempertahankan akan lebih sulit daripada menghidupkan ataupun mematikan.

Seperti dijelaskan Umar Abdul Rasyid, Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghidupkan dan mempertahankan suatu organisasi. Salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan pengajian akbar secara aktif.

“Melalui pengajian akbar maka akan menarik banyak jama’ah untuk sama-sama berbuat kebaikan dan upaya tersebut merupakan salah satu cara untuk tetap menjunjung tinggi tujuan dakwah amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah,” ucap Umar, Minggu (2/10) dalam acara Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal.

Kembali ditambahkan Umar, kader Muhammadiyah yang berkualitas dan kritis harus memiliki lima poin penting, yaitu memiliki niat yang lurus, mengerti akan tugas pokok, mengerti akan fungsi, mampu membuat target, dan strategi.

“Mempertahankan Muhammadiyah adalah tantangan kita semua, maka kader Muhammadiyah harus konsisten dan produktif,” tegas Umar.

Sementara itu, Syamsul Hadi, Ketua PDM Kabupaten Tegal, mengatakan, Muhammadiyah adalah tempat untuk memberi dan berjuang, maka setiap kader harus sanggup melepas kepentingan pribadi dan memprioritaskan kepentingan umat.

“Hidupilah Muhammadiyah, bukan hanya hidup di Muhammadiyah,” tutup Syamsul.

Sumber : Muhammadiyah

Program Penguatan Pendidikan Karakter Segera Diuji Coba

71576bdb69ce480Jakarta, Kemendikbud — Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) akan segera diuji coba akhir tahun 2016 ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa sekolah ujicoba sudah ditetapkan, kajian akademik dan pedoman sudah selesai, sedangkan petunjuk pelaksanaan sedang dalam penyempurnaan.

“Sekolah uji coba sudah kita tetapkan. Sekitar 50 sekolah yang nanti akan kita uji coba di luar sekolah yang dengan suka rela menawarkan diri dan juga provinsi, kabupaten yang ingin menjadi tempat uji coba,” kata Muhadjir dalam rapat kerja dengan Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Gedung DPD Jakarta, Senin (3/10/2016).

Jumlah sekolah uji coba akan ditambah tiap tahunnya. Tahun 2017 ditetapkan 1.626 sekolah uji coba, sedangkan tahun 2018 sebanyak 3.252 sekolah.

Mendikbud menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo menetapkan porsi pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar (SD) sebesar 70% dari kurikulum inti, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 60%. “Itu menunjukkan betapa besar perhatian pemerintah terhadap pendidikan karakter pada level pendidikan dasar,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Ia juga menegaskan tidak ada perubahan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan Kurikulum 2013, karena implementasi kurikulum tersebut sedang berjalan. “Maka upaya kami adalah bagaimana menambah kandungan K-13 yang berlaku di pendidikan dasar dan menengah dalam bentuk kokurikuler. Itulah yang kemudian disebut Program Penguatan Pendidikan Karakter,” tambah Muhadjir.

Dalam kesempatan raker tersebut, anggota DPD dari Provinsi Bali I.G.N. Arya Wedakarna M. Wedasteraputra mendukung implementasi PPK di provinsinya. “Kami di Bali sangat mendukung program ini, seni dan budaya di Bali sangat mungkin diintegrasikan dengan program ini,” kata Arya Wedakarna.

Anggota Komite III yang lain berharap pemerintah menelaah lebih dalam, implementasi program PPK di daerah terpencil dan kepulauan yang sarana, prasarana, dan jumlah gurunya masih terbatas. “Untuk daerah kepulauan seperti daerah kami, Program PPK ini harus dikaji matang-matang. Banyak keterbatasan di sekolah-sekolah yang terpencil ini yang harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” ujar anggota DPD dari Provinsi Maluku, Novita Anakotta.
(Nur Widiyanto)

Sumber : Kemdikbud

Din Syamsuddin: Didik Anak dengan Cinta Bukan Kekerasan

din-syamsudinTanggung jawab mendidik anak terletak pada orang tua, bukan hanya sepenuhnya pada sekolah dan tempat anak-anak belajar. “Setiap orang tua wajib mendidik anak dengan penuh rasa cinta, bukan dengan kekerasan,” ucap Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Minggu (2/10) dalam acara Tabligh Akbar 1 Muharram yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, yang bertempat di Masjid Al-Akbar Surabaya dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, SyaifullahYusuf.

Din menyampaikan dalam ceramahnya bahwa saat ini bahaya yang mengancam Indonesia adalah runtuhnya keluarga. Runtuhnya keluarga tidak hanya sebatas pada kasus perceraian, melainkan banyaknya keluarga yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya.

“Banyak orang tua yang tidak mendidik anaknya dengan baik dan benar, hal ini yang menjadi runtuhnya keutuhan sebuah keluarga,” tegas Din.

Din juga menyarankan kepada warga Muhammadiyah dalam mendidik anak, sebaiknya tidak seluruh anak dijadikan sebagai ustadz-ustadzah. Tetapi harus ada yang diarahkan untuk menjadi ahli teknologi, ahli ekonomi, insinyur, dan lain sebagainya.

“Kalau anak kita tidak ada yang menjadi dokter, siapa yang akan mengurus Rumah Sakit Muhammadiyah?,” terang Din.

Terlepas dari hal itu, Din juga mengajak kepada seluruh kader Muhammadiyah untuk bersama-sama merefleksikan diri dalam menyambut tahun baru Islam. “1 Muharram ini marilah kita jadikan refleksi diri dari tahun kemarin, dan harus menjadi lebih baik di hari selanjutnya,” tegas Din.

Sumber : Muhammadiyah

Program Sertifikasi Pendidik Dan Sertifikasi Keahlian Bagi Guru SMK (Alih Fungsi)

alihfungsigurusmkSalah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Melalui Inpres ini, Mendikbud diinstruksikan untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di SMK.

Menindaklanjuti Inpres tersebut dan dalam rangka penataan dan pemenuhan guru produktif di SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan perlu melakukan cara strategis pada tahun 2016, yaitu akan melaksanakan Program Sertifikasi Pendidik Dan Sertifikasi Keahlian Bagi Guru SMK/SMA atau yang dikenal dengan program Alih Fungsi. Dengan program alih fungsi guru tersebut, diharapkan dapat memenuhi kekurangan guru produktif di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program Alih Fungsi bertujuan:

  1. Untuk Meningkatkan kompetensi guru SMK dan SMA yang mengampu mata pelajaran adaptif untuk memperoleh kompetensi keahlian tambahan dan mampu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK.
  2. Memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK khususnya untuk 4 bidang prioritas yaitu maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa.

Manfaat :

  1. Guru memperoleh sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian sesuai dengan kompetensi keahlian.
  2. Proses pembelajaran di SMK lebih optimal sesuai dengan prinsip profesionalisme dan kewirausahaan.
  3. Lulusan SMK mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang keahlian sehingga mampu bersaing di dunia kerja terutama menghadapi MEA.

Sasaran :
Program sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian bagi guru SMK/SMA (alih fungsi) pada tahun 2016-2017 diperuntukkan bagi 15.000 guru yang berasal dari guru SMK dan SMA.

Persyaratan Peserta :

  1. Usia maksimal antara 45 s.d 55 tahun sesuai dengan karakteristik kompetensi keahlian.
  2. Guru mata pelajaran yang diidentifikasi kelebihan guru, yaitu: guru SMK adaptif (PKn, Matematika, Seni Budaya, IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI); dan guru SMA (PPKn, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi, Bhs Asing Lain, Antropologi, TIK).
  3. Mengikuti tes minat dan bakat (khusus bidang seni/ekonomi kreatif)
  4. Mempunyai minat terhadap salah satu kompetensi pada program keahlian tertentu pada kelompok bidang keahlian :
  • Maritim
  • Pertanian
  • Pariwisata
  • Ekonomi Kreatif
  • Teknologi dan Rekayasa

Pendaftaran :

  1. Guru melakukan pendaftaran melalui laman http://alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id.
  2. Klik menu daftar pada kanan atas dari laman tersebut.
  3. Masukkan kode registrasi pada kotak isian, tandai pada kotak “saya bukan robot”, kemudian klik tombol daftar.
  4. Pada laman registrasi, masukkan alamat email dan password, kemudian klik tombol daftar.
  5. Baca petunjuk pendaftaran pada laman registrasi, untuk melakukan langkah berikutnya.

Sumber : DitPSMK

SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan Juarai Lomba Kreatifitas Siswa Se-Tapteng Tahun 2016

tim-lks-smk-muhammadiyah-11-sibuluan

Dengan mengunggulkan kreasi lampu hias dari batok kelapa, SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan akhirnya menjuarai Lomba Kreatifitas Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibidang karya kesenian dengan tema memanfatkan bahan bekas menjadi bisa berguna, tingkat Kabupaten Tapteng yang digelar di SMK Yayasan Pendidikan Taruna Yapim Pandan, pekan lalu.

“Ide itu tercipta berawal dari para siswa-siswa, lalu kita selaku pembimbing yang mengarahkan membuat model dan cara kerja pembuatannya,” ucap guru pembimbing dan pendamping, Khairul Syahdi kepada KedaiPena.Com, Senin (3/9).

Khairul mengatakan, para siswa memang mampu mengkreasikan ide tersebut semenarik mungkin. “Hasil karya siswa kita ini punya keunikan, mulai dari bahannya, ukiran di batok, serta kombinasi modelnya yang menarik,” ungkapnya.

Disebutkan, para siswa yang memenangi lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng selama satu hari itu, yakni Muhammad Romy Lubis, Ruspandi Siregar dan Syabirin yang duduk di kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan, Dedy Fahri S Sihotang mengaku bangga dan sangat mengapresiasi prestasi para siswanya itu.

“Alhamdulillah berkat kerja keras, kita berhasil juara pertama diajang ini. Ini merupakan suatu prestasi yang begitu menggembirakan. Saya juga sangat salut dan bangga, kepada ketiga siswa kita yang telah mengharumkan nama baik sekolah, sebab, mereka bisa bersaing dengan sekolah yang lain se-kabupaten Tapteng,” katanya

Ia berharap, kreatifitas yang diraih para siswa tersebut dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, prestasi itu membuktikan SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan, merupakan sekolah yang berkualitas.

“Insya Allah kita akan selalu berjuang dan mendukung untuk nama baik sekolah. Harapan saya sebagai kepala sekolah, semoga di tahun depan kita bisa ke tingkat nasional, dan jurusan yang lain agar lebih giat untuk mempersiapkan kegiatan LKS di tahun depan,” katanya.

Sumber : Kedai Pena

Haedar Nashir: Jadilah Kader Muhammadiyah yang Haus Ilmu

pak-haed2Salah satu cara berjihad di jalan Allah adalah menuntut ilmu. Ilmu bisa didapat melalui pengajian. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat mengisi tausyiah dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Cabang Muntilan, pada Ahad, (2/10) bertempat di Dusun Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) adalah agenda rutin tahunan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan. Kegiatan SKBM tahun ini juga merupakan bagian dari program Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpiring.

Kegiatan yang bertepatan dengan tahun baru Hijriyah ini, mengusung tema “Penguatan Jama’ah dan Amal Usaha Menuju Muntilan Berkemajuan”. PCM Muntilan adalah PCM terbaik se-Jawa Tengah. Menyadari upaya pentingnya pertahanan prestasi ini, PCM Muntilan mengundang Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengisi tausyiah di acara tersebut.

“Hari Ahad bukanlah sebuah alasan untuk kita libur menuntut ilmu,” papar Haedar dalam tausyiahnya.

Menurut Haedar, seluruh yang ada di bumi tentu memiliki makna, harus memiliki arti ukhrowi. Termasuk menuntut ilmu dalam acara pengajian pada SKBM ini. Dalam tausyiahnya, Haedar menekankan betapa pentingnya ilmu. “Selain bersilaturahmi, kegiatan ini tentu bisa dijadikan wadah untuk menuntut ilmu,” ujar Haedar.

Berangkat dari salah satu poin penting terkait hasil muktamar tahun lalu, Muhammadiyah berambisi untuk meningkatkan dan menggerakan basis keilmuan. Ilmu akan sangat bermanfaat ketika diamalkan dan disebarkan. “Suatu tempat akan makmur dan berkah, jika penghuninya berilmu,” papar Haedar.

Haedar menambahkan, ilmu sangat menunjang penguatan akidah, dan penguatan akidah dapat dilakukan melalui kegiatan tausyiah yang diselenggarakan oleh PCM Muntilan ini. Selain itu, kegiatan positif seperti ini juga merupakan bentuk dari jihad. Kajian ilmu dapat juga dilakukan melalui membaca, sesuai dengan perintah pertama Allah SWT. “Iqro’, bacalah, Allah menyuruh hambanya untuk membaca, karena dengan membaca kita bisa memetik ilmu,” tambah Haedar.

Haedar mengajak seluruh lapisan masyarakat pada umumnya, dan warga Muhammadiyah pada khususnya, untuk giat mencari ilmu yang bermanfaat karena ilmu merupakan awal untuk membentuk bangsa yang berkemajuan. “Bermuhammadiyahlah dengan gembira, dan jadilah kader Muhammadiyah yang haus akan ilmu,” tutup Haedar.

Sumber : Muhammadiyah

Jendela Pendidikan dan Kebudayaan Edisi September

Majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, Edisi September 2016.

[button color=”yellow” bgcolor=”#” hoverbg=”#” textcolor=”#” texthcolor=”#” bordercolor=”#” hoverborder=”#” size=”big” align=”center” width=”full” link=”https://doc-10-c0-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/g0dm0lpat8bcoqs7frac1hntp7234j36/sdog5e1qohl2ksdaa3hbp27jp1967g4h/1477792800000/10572144623962884833/05622458821863151022/0B9vuDCxPvxwAMVBjajRQQ0x0c3RBYXNBR0dkSlZvREhPWDlN?e=download&nonce=0fn3hd5rcg720&user=05622458821863151022&hash=n9kdc6gllm5ug5ls26ml5clpt25nr5qb” target=”_blank” font_weight=”bold” radius=”0″ outer_border_color=”#” icon_color=”#”]Unduh E-Book[/button]