Haedar Nashir: Jadilah Kader Muhammadiyah yang Haus Ilmu
Salah satu cara berjihad di jalan Allah adalah menuntut ilmu. Ilmu bisa didapat melalui pengajian. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat mengisi tausyiah dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Cabang Muntilan, pada Ahad, (2/10) bertempat di Dusun Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) adalah agenda rutin tahunan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan. Kegiatan SKBM tahun ini juga merupakan bagian dari program Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpiring.
Kegiatan yang bertepatan dengan tahun baru Hijriyah ini, mengusung tema “Penguatan Jama’ah dan Amal Usaha Menuju Muntilan Berkemajuan”. PCM Muntilan adalah PCM terbaik se-Jawa Tengah. Menyadari upaya pentingnya pertahanan prestasi ini, PCM Muntilan mengundang Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengisi tausyiah di acara tersebut.
“Hari Ahad bukanlah sebuah alasan untuk kita libur menuntut ilmu,” papar Haedar dalam tausyiahnya.
Menurut Haedar, seluruh yang ada di bumi tentu memiliki makna, harus memiliki arti ukhrowi. Termasuk menuntut ilmu dalam acara pengajian pada SKBM ini. Dalam tausyiahnya, Haedar menekankan betapa pentingnya ilmu. “Selain bersilaturahmi, kegiatan ini tentu bisa dijadikan wadah untuk menuntut ilmu,” ujar Haedar.
Berangkat dari salah satu poin penting terkait hasil muktamar tahun lalu, Muhammadiyah berambisi untuk meningkatkan dan menggerakan basis keilmuan. Ilmu akan sangat bermanfaat ketika diamalkan dan disebarkan. “Suatu tempat akan makmur dan berkah, jika penghuninya berilmu,” papar Haedar.
Haedar menambahkan, ilmu sangat menunjang penguatan akidah, dan penguatan akidah dapat dilakukan melalui kegiatan tausyiah yang diselenggarakan oleh PCM Muntilan ini. Selain itu, kegiatan positif seperti ini juga merupakan bentuk dari jihad. Kajian ilmu dapat juga dilakukan melalui membaca, sesuai dengan perintah pertama Allah SWT. “Iqro’, bacalah, Allah menyuruh hambanya untuk membaca, karena dengan membaca kita bisa memetik ilmu,” tambah Haedar.
Haedar mengajak seluruh lapisan masyarakat pada umumnya, dan warga Muhammadiyah pada khususnya, untuk giat mencari ilmu yang bermanfaat karena ilmu merupakan awal untuk membentuk bangsa yang berkemajuan. “Bermuhammadiyahlah dengan gembira, dan jadilah kader Muhammadiyah yang haus akan ilmu,” tutup Haedar.
Sumber : Muhammadiyah
Menindaklanjuti dengan telah dirilisnya Aplikasi Dapodik 2016b dan Aplikasi PMP versi 1.4, kami telah mengumpulkan pertanyaan-pertanyan yang sering diajukan untuk kemudian mengemasnya dalam informasi FAQ ini. Informasi/penjelasan ini disusun dalam rangka untuk memberikan arahan, pedoman dan mempermudah para Operator Dapodik dan PMP dalam menjalankan dan melengkapi data pada Aplikasi PMP versi 1.4. Informasi/penjelasan ini berisikan petunjuk dan pedoman mengenai tata cara installasi dan update Aplikasi PMP versi 1.4, alur entri data, dan prosedur pengisian instrument dan pengirimannya.
Motif batik bergambar ikan nemo karya Bella Irene Sihotang, siswi kelas VIII SMP Negeri 2 Pandan Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara ini membuat juri “Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Cabang Desain Motif Batik” kepincut. Setelah menang di tingkat kabupaten dan provinsi, karyanya itu akan beradu di kancah nasional.





